Perangkat Sinyal Jalur Kereta Ngawur! Menhub: Tunggu Hasil Kerja KNKT

Puteranegara Batubara
 Kecelakaan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kini menyisakan tanda tanya besar terkait keandalan sistem persinyalan di jalur tersebut. Foto: iNews

JAKARTA, iNewsSerpong.id  - Kecelakaan hebat antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kini menyisakan tanda tanya besar terkait keandalan sistem persinyalan di jalur tersebut.

Fokus penyelidikan mulai mengarah pada dugaan kegagalan perangkat sinyal yang berfungsi mengatur lalu lintas dan jarak aman antar-kereta.

Meski isu mengenai sistem sinyal yang tidak berfungsi sebelum tabrakan semakin kencang berhembus, pihak berwenang masih enggan memberikan konfirmasi resmi. Ketidakpastian mengenai apakah alat vital tersebut bekerja secara optimal saat insiden terjadi menjadi titik krusial dalam mengungkap penyebab pasti tabrakan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai dugaan malfungsi sinyal tersebut. Menhub menyatakan bahwa seluruh data dan fakta terkait teknis persinyalan telah diserahkan sepenuhnya kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Oh saya rasa saya tidak ingin lebih awal menyatakan ini karena akan KNKT yang akan melakukan investigasi," kata Dudy dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 

Dudy meminta kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara komprehensif terkait dengan kepastian penyebab tabrakan KRL dan kereta api jarak jauh tersebut. 

"Itu kami serahkan kepada KNKT. Kami tidak ingin mendesak atau memburu-buru KNKT karena memang mereka tentunya punya metodologi maupun cara bagaimana melakukan investigasi terhadap kecelakaan kereta api," ujarnya. 

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menyebut jumlah korban secara keseluruhan ada 14 meninggal dunia dan 84 korban luka.

PT KAI saat ini masih membuka posko darurat selama 14 hari ke depan di dua stasiun yakni di Stasiun Gambir dan di Stasiun Bekasi Timur.

Sementara untuk operasional KRL di Stasiun Bekasi Timur saat ini masih belum dibuka. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memastikan seluruh korban dalam insiden tersebut mendapatkan penanganan maksimal.

Korban luka telah mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network