Logo Network
Network

Wajib Tahu, Doa dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan

Inas Rifqia Lainufar
.
Rabu, 03 April 2024 | 19:27 WIB
Wajib Tahu, Doa dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan
Doa dan Amalan 10 Hari Terakhir Ramadhan (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNewsSerpong.id - Doa dan amalan 10 hari terakhir Ramadhan berikut patut untuk diketahui. Amalan-amalan ini perlu dilakukan untuk memperoleh keutamaan Lailatul Qadar.

Sebagaimana yang telah diketahui, Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Di malam itu, rahmat dan pengampunan Allah turun ke bumi untuk hambaNya yang beriman dan bertakwa.

Allah SWT berfirman:

نَّآ اَنْزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ { وَمَآ اَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ { لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ اَلْفِ شَهْرٍ { تَنَزَّلُ الْمَلآَئِكةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ اَمْرٍ { سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ القدر

Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (QS. Al Qadar: 1-5).

Dengan segala keistimewaan tersebut, tak mengherankan jika setiap Muslim berlomba-lomba memperbanyak ibadah guna mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Hal itu juga dilaksanakan oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’, pen), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Adapun doa dan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang dilansir iNews.id dari berbagai sumber, Selasa (2/4/2024), adalah sebagai berikut.

1. Doa 10 hari terakhir Ramadhan

Setiap manusia tentu memiliki salah dan dosa. Oleh sebab itu, memohon ampunan adalah hal yang harus dilakukan agar kembali ke jalan Allah.

Permohonan ampunan tersebut akan lebih baik jika semakin diperbanyak di 10 hari terakhir Ramadhan. Adapun bacaan doa yang dianjurkan adalah sebagai berikut.

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي   

Artinya, Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.

2. Salat malam

Saat 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak salat malam. Salat tersebut bisa berupa salat Witir, Tahajud, Tasbih, Taubat, dan salat sunnah lainnya di malam hari.

Setelah itu, umat Islam bisa memperbanyak berdzikir kepada Allah. Aktivitas semacam itu ternyata telah dilakukan Rasulullah SAW selama hidupnya.

Imam Muslim meriwayatkan dari Aisyah radliyallahu anha:

 كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يَجْتَهِدُ فِيْ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مَالاَ يَجْتَهِدُ فِيْ غَيْرِهِ 

Artinya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersungguh-sungguh dalam sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, hal yang tidak beliau lakukan pada bulan lainnya. (HR Muslim).

Untuk melakukan qiyamul lail, Rasulullah SAW tak lupa membersihkan diri dengan mandi. Kemudian, mengenakan wewangian juga perlu untuk dilakukan.

3. I’tikaf

I’tikaf merupakan aktivitas berdiam diri di masjid dan menyibukkan diri dengan ibadah. Pada 10 hari terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk lebih giat melakukannya seperti yang telah dilakukan Nabi Muhammad.

  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ   

Artinya: Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi saw beri’tikaf pada sepuluh terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). 

4. Membaca Al-Qur’an

Selama melakukan i’tikaf, seseorang bisa membaca Al-Qur’an di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dalam membaca ayat suci, maka tajwid dan makharijul huruf harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Setelah ditelusuri, amalan ini ternyata pernah dilakukan oleh Rasulullah lebih banyak saat 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Nabi Muhammad bahkan menyetor bacaan Al-Qur’an pada malaikat Jibril.

5. Bersedekah 

Bersedekah bisa menjadi ibadah yang giat dilakukan saat 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Pastikan harta kita telah disisihkan untuk orang lain yang lebih membutuhkan.


أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ، وَكَانَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِي رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ، يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ، فَإِذَا لَقِيَهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ.

Artinya: Ibnu ‘Abbas ra. berkata, “Nabi SAW adalah orang yang paling dermawan dalam segala kebaikan. Dan kedermawanannya yang paling dermawan adalah saat bulan Ramadhan ketika Jibril AS datang menemui beliau. Dan Jibril AS datang menemui beliau pada setiap malam di bulan Ramadhan sampai Ramadan berakhir. (Dalam pertemuan tersebut) Nabi SAW menyetorkan bacaan al-Quran kepada Jibril AS. Apabila Jibril AS datang menemui Nabi, maka Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dalam segala kebaikan melebihi (kencangnya) angin yang berembus." (HR. Bukhari no. 1769).


Demikian doa dan amalan 10 hari terakhir Ramadhan yang patut dikerjakan. Wallahu a'lam bish shawab.

(*)
Editor : Syahrir Rasyid

Follow Berita iNews Serpong di Google News

Bagikan Artikel Ini