get app
inews
Aa Text
Read Next : Mencatat Langkah Polri di Tahun Pertama Prabowo–Gibran: Mengawal Asta Cita, Menguatkan Negara

Prabowo: Saya Tanggung Jawab! Nggak Usah Khawatir Soal Utang Jumbo Whoosh

Selasa, 04 November 2025 | 16:40 WIB
header img
Presiden Prabowo meminta masyarakat tak perlu khawatir terkait utang Whoosh karena ia akan bertanggung jawab, pada Selasa (4/11/2025). (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir dengan besarnya utang proyek kereta cepat Whoosh.

Ia memastikan, sebagai kepala negara, dirinya akan bertanggung jawab penuh terhadap pembiayaan proyek tersebut. Hal itu diungkapkan Presiden Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

“Nggak usah khawatir. Apa itu ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya. Tidak ada masalah, saya tanggung jawab semuanya. Indonesia bukan negara sembarangan, kita hitung, nggak ada masalah,” ujarnya.

Tak Sekadar Untung

Menurutnya, seluruh proyek nasional termasuk Whoosh telah melalui perhitungan matang. Ia meyakinkan publik bahwa Indonesia memiliki kemampuan finansial untuk memenuhi kewajiban utang tersebut.

Prabowo mengingatkan bahwa proyek transportasi publik seperti Whoosh tidak bisa dinilai hanya dari aspek untung-rugi.

“Di seluruh dunia, public transportation itu nggak dihitung untung rugi. Tapi dilihat, bermanfaat nggak untuk rakyat? Itu yang namanya public service obligation,” katanya.

Presiden menegaskan bahwa sumber dana untuk membayar utang berasal dari pajak dan kekayaan negara. Karena itu, ia menuntut agar tidak ada lagi praktik korupsi.

Pajak dan Kekayaan Negara

“Uang itu dari rakyat, dari pajak, dari kekayaan negara. Makanya kita harus mencegah semua kebocoran, hentikan penyelewengan dan korupsi. Uang rakyat nggak boleh dicuri, karena akan kita kembalikan untuk pelayanan rakyat,” tegasnya.

Pesan untuk Publik: Jangan Dipolitisasi

Prabowo juga meminta agar isu utang Whoosh tidak dijadikan bahan politik. Ia menilai, ada pihak-pihak yang berupaya menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat.

“Indonesia sanggup dan itu wajar semua itu. Jangan dipolitisasi, jangan kita menari di gendangnya orang. Mungkin ada pihak yang ingin menimbulkan kecemasan rakyat. Tenang saja, bangsa kita kuat, bangsa kita kaya,” tandasnya. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut