Tangerang Kondusif di Tengah Kemajemukan, Bupati Maesyal Rasyid: Semua Warga Punya Hak yang Sama
TANGERANG RAYA, iNewsSerpong.id – Di tengah dinamika keberagaman suku, budaya, dan agama, Kabupaten Tangerang dinilai tetap kondusif.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menegaskan, seluruh masyarakat memiliki hak yang sama tanpa sekat dan tanpa perlakuan berbeda.
Penegasan itu disampaikan Maesyal Rasyid saat membuka Loka Karya Himpunan Masyarakat Majemuk Indonesia (HMMI) di Gedung Pramuka Kitri Bhakti, Minggu (18/1/2026).
Ia menekankan bahwa kemajemukan justru menjadi kekuatan utama Kabupaten Tangerang.
“Masyarakat Tangerang sangat majemuk. Multi etnis, budaya, dan keyakinan. Pemerintah daerah menjamin semua warga memiliki hak yang sama,” tegasnya.
Dengan jumlah penduduk mencapai 3,4 juta jiwa yang tersebar di 29 kecamatan, Maesyal menilai persatuan harus terus dijaga. Ia mengingatkan, siapa pun yang mencoba mengganggu harmoni akan diberi pemahaman secara persuasif.
“Sebagai masyarakat majemuk, kita saling membutuhkan dan wajib saling menghormati,” ujarnya.
Senada, Ketua Umum HMMI Nurdin H Satibi menilai keberagaman di Tangerang adalah kekayaan besar yang harus dirawat bersama. Menurutnya, perbedaan tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi konflik sosial.
“Kerukunan harus dijaga secara preventif, seperti mencegah api sebelum membesar,” katanya.
Nurdin menekankan pentingnya komunikasi dan edukasi, terutama di era digital yang rawan memicu gesekan akibat informasi keliru di media sosial.
HMMI pun berkomitmen bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri demi menjaga keharmonisan masyarakat Tangerang ke depan.
Selain itu, HMMI juga berfokus melestarikan adat, budaya, bahasa, serta nilai-nilai agama sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Pada kesempatan itu, Nurdin juga menyoroti tantangan era digital, khususnya terkait penggunaan gawai dan media sosial oleh anak-anak.
Dia mengingatkan, para orang tua agar lebih waspada, sebab pengaruh negatif dari luar sangat mudah masuk melalui teknologi jika tidak diawasi dengan baik. (*)

Editor : Syahrir Rasyid