get app
inews
Aa Text
Read Next : Janji Reza Arap pada Mendiang Lula Lahfah, Sungguh Mengharukan

Risikonya Fatal! Polisi Wanti-wanti Jangan Salah Gunakan Gas Tertawa N2O

Minggu, 01 Februari 2026 | 08:33 WIB
header img
Penyalahgunaan gas tertawa dapat menimbulkan risiko kesehatan hingga mengancam keselamatan jiwa. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Fenomena penyalahgunaan gas tertawa dinitrogen monoksida (N2O) kembali menyita perhatian publik.

Aparat kepolisian tegas mengingatkan, penggunaan gas yang kerap dianggap “aman” itu justru menyimpan risiko fatal hingga mengancam nyawa.

Sorotan terhadap N2O menguat usai ditemukannya tabung gas berwarna pink dalam kondisi kosong di apartemen kawasan Jakarta Selatan, lokasi meninggalnya influencer Lula Lahfah.

Cari Kesenangan Cara Sehat

Temuan tersebut memicu kekhawatiran akan maraknya penyalahgunaan gas tertawa di kalangan masyarakat, khususnya anak muda.

Kasubdit 3 Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Zulkarnain menegaskan, gas N2O bukanlah sarana hiburan.

Ia mengimbau masyarakat mencari kesenangan dengan cara yang sehat dan tidak membahayakan diri sendiri.

“Banyak cara lain untuk mendapatkan kegembiraan tanpa mempertaruhkan keselamatan. Penggunaan gas N2O di luar peruntukannya sangat berisiko,” ujar Zulkarnain.

Demi Sensasi Euforia

Menurutnya, N2O sering disalahgunakan di tempat hiburan dengan cara dihirup melalui balon atau langsung dari tabung demi sensasi euforia sesaat.

Padahal, gas tersebut sejatinya hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sebagai anestesi dan pereda nyeri, sesuai aturan Permenkes.

Kesalahan persepsi bahwa gas tertawa aman dinilai berbahaya. Penyalahgunaan N2O dapat memicu hipoksia, gangguan saraf, frostbite, hingga defisiensi vitamin B12.

Polisi pun mengingatkan, keliru sedikit saja, risikonya bukan main—nyawa bisa jadi taruhannya. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut