Donald Trump Tunda Serang Pembangkit Listrik dan Fasilitas Energi Iran, Mengapa AS Melunak?
WASHINGTON, iNewsSerpong.id -- Keputusan mengejutkan datang dari Presiden AS, Donald Trump. Di tengah tensi tinggi yang nyaris meledak, Trump mendadak menunda rencana serangan ke fasilitas energi Iran.
Publik pun bertanya-tanya: apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?
Padahal, ultimatum sempat dilontarkan. Dalam 48 jam, pembangkit listrik Iran terancam dihancurkan jika Selat Hormuz tak dibuka penuh.
Namun kini, arah angin berubah. Washington memberi waktu tambahan lima hari—sebuah manuver yang dinilai tak biasa di tengah gaya keras Trump.
Sinyal melunak ini ternyata dipicu komunikasi intensif antara Amerika Serikat dan Iran sepanjang akhir pekan.
Trump menyebut pembicaraan berlangsung “sangat baik dan produktif”, bahkan membuka peluang penyelesaian konflik tanpa dentuman rudal.
Lewat Truth Social, Trump mengklaim dialog berjalan konstruktif dan menjanjikan. Pentagon pun langsung diperintahkan menahan serangan—setidaknya untuk sementara.
Namun, jangan salah. Ini bukan tanda mundur total. Trump menegaskan, opsi militer tetap di meja. Jika negosiasi gagal, eskalasi bisa kembali memanas kapan saja.
Apakah ini strategi cerdas atau sekadar jeda sebelum badai? Dunia kini menahan napas, menunggu langkah berikutnya dari Gedung Putih. (*)
Editor : Syahrir Rasyid