get app
inews
Aa Text
Read Next : Ibadah Haji 2026: Arab Saudi Pastikan Tetap Berjalan Sesuai Rencana 

Musyrif Dini Prof Asrorun Niam Imbau Jemaah Haji Siapkan Fisik Maksimal Jelang Wukuf Arafah

Senin, 25 Mei 2026 | 13:49 WIB
header img
Musyrif Dini Haji Indonesia 2026, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar segera mempersiapkan diri. Foto: MUI

MAKKAH,iNewsSerpong.id – Musyrif Dini Haji Indonesia 2026, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia agar segera mempersiapkan diri secara optimal menjelang puncak ibadah haji 2026, yaitu pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah mendatang.

Kiai Asrorun Niam menegaskan bahwa wukuf merupakan rukun paling utama yang menentukan keabsahan seluruh rangkaian ibadah haji seorang muslim di tanah suci. Mengingat pentingnya momentum tersebut, faktor kesiapan kondisi fisik serta kekuatan mental yang matang menjadi hal mutlak yang harus diperhatikan oleh setiap jamaah dari sekarang.

Dalam keterangannya pada Senin, 25 Mei 2026, Kiai Asrorun Niam mengingatkan bahwa ibadah haji seseorang secara hukum Islam dipastikan tidak sah apabila yang bersangkutan tidak hadir secara fisik di Padang Arafah pada tanggal yang telah ditentukan tersebut.

Oleh karena itu, dia meminta para jamaah haji Indonesia untuk menjaga kesehatan dengan baik, mengatur pola aktivitas demi menghindari kelelahan berlebih, serta memantapkan niat spiritual agar prosesi wukuf dapat terlaksana dengan khusyuk dan lancar.

Dia menjelaskan bahwa pada Senin hari ini adalah tanggal 8 Zulhijah, maka jemaah akan mulai bergerak secara bertahap menuju Arafah. Kementerian Haji telah mengatur keberangkatan secara berangsur agar semua jamaah dapat tiba tepat waktu tanpa ada yang tertinggal.

Di Arafah, lanjutnya, para jamaah diimbau memperbanyak amalan seperti doa, zikir, salawat, salat sunah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan muhasabah diri.

"Hari Arafah adalah hari yang mustajab di tempat yang mustajab. Sebaik-baik doa adalah doa di Hari Arafah. Gunakan waktu tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memohon ampun atas kesalahan, baik kepada Allah maupun kepada sesama," jelasnya.

Setelah wukuf di Arafah, jamaah akan melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk mabit, kemudian bergerak ke Mina guna melaksanakan lempar jumrah Aqabah dan mabit selama dua atau tiga hari disertai degan lontar jumrah ula, wustha, dan aqabah.

Secara khusus Kiai Niam menyampaikan apresiasi atas perbaikan skema pergerakan jamaah haji pasca Arafah, yang sejalan dengan prinsip syariah, mempertimbangkan menjaga agama (hifzhud din) dan menjaga jiwa (hifzhun nafs).

“Pergerakan jamaah dari Arafah dikelompokkan menjadi 3; jamaah yang bergerak dari Arafah jam 19 menuju Muzdalifah, akan turun dan berada di Muzdalifah hingga tengah malam untuk mabit setelah itu bergerak ke Mina naik bus. Kedua, jamaah yang bergerak dari Mina jam 23 dan sampai Muzdalifah sudah lewat tengah malam, maka mabit di Muzdalifah di atas bus lanjut ke Mina. Ketiga, jamaah yang ada udzur syari, seperti kondsi sakit, bergerak dari Arafah langsung ke Mina. Pengaturan ini sejalan dengan prinsip kemaslahatan yag tetap berada dalam koridor ketentuan syariah”, ujar Guru Besar Bidang Fikih ini.

Skema ini merupakan perbaikan yang dilakukan Musyrif Dini atas praktek sebelumnya. Di samping itu, Kiai Asrorun Niam juga mengingatkan jamaah terkait  waktu pelemparan jumrah di hari tasyriq dengan mengikuti ketentuan syariat. Ia menegaskan bahwa waktu yang sah untuk melempar jumrah pada hari-hari tasyrik dimulai setelah Salat Subuh.

"Meski waktu afdal adalah setelah tergelincir matahari (zuhur), itu adalah waktu yang sangat padat dan panas. Karena itu, lebih baik mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan oleh maktab dan syarikah demi keselamatan dan kenyamanan jemaah," tegasnya.

Prof Niam mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri demi mengejar keutamaan waktu jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

"Kepatuhan pada jadwal dan pengaturan yang telah ditetapkan adalah bagian dari menjaga keselamatan jamaah sekaligus tetap dalam koridor syariat," jelasnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut