get app
inews
Aa Text
Read Next : Australia Resmi Larang Media Sosial untuk Anak-anak di Bawah Usia 16 Tahun, Negara Pertama di Dunia

Jadi Inspirasi Global, Penataan Permukiman Nelayan di Tangerang Diapresiasi Dunia

Sabtu, 06 Juni 2026 | 06:12 WIB
header img
Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy menerima kunjungan internasional untuk mempelajari model kolaborasi. (Foto: Elva Setyaningrum)

TANGERANG RAYA, iNewsSerpong.id - Kabupaten Tangerang mencatat capaian membanggakan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir.

Keberhasilan penataan kawasan permukiman nelayan di Kecamatan Mauk kini menarik perhatian internasional dan menjadi bahan pembelajaran bagi sejumlah negara.

"Perwakilan dari Amerika Serikat, Kanada, Australia, serta dua negara Afrika mengunjungi kawasan tersebut mempelajari model kolaborasi yang diterapkan," ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang, Erwin Mawandy.

Dari Kawasan Kumuh Jadi Layak Huni

Para tamu asing tersebut melihat langsung perubahan lingkungan yang sebelumnya dikenal sebagai kawasan kumuh, kini bertransformasi menjadi permukiman yang lebih tertata, sehat, dan layak huni.

"Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berbagi pengalaman mengenai pembangunan berbasis kolaborasi yang melibatkan masyarakat sebagai aktor utama perubahan," ujar Erwin Mawandy, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, program yang dijalankan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Habitat for Humanity Indonesia ini dinilai sangat berhasil karena menghadirkan dampak nyata bagi kehidupan warga pesisir.

Sinergi dan Gotong Royong Warga

Keberhasilan penataan ini lahir dari sinergi kuat berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah, lembaga sosial, hingga sektor pendukung lainnya.

Keterlibatan aktif warga menjadi faktor paling krusial dalam proses transformasi kawasan.

Tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan, program ini juga berhasil mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan tempat tinggal mereka.

"Perubahan yang terjadi di Mauk menunjukkan penanganan kawasan kumuh tidak hanya soal pembangunan infrastruktur, tapi juga tentang membangun rasa memiliki dan semangat gotong royong di tengah masyarakat," pungkasnya. (*)

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut