Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perusahaan Ini Hadirkan Teknologi Power Terintegrasi untuk Dukung Industri
Advertisement . Scroll to see content

Menanti Peraturan Pemerintah KEK Halal Sidoarjo untuk Perkuat Ekosistem Investasi AMAN

Rabu, 10 Juni 2026 | 12:45 WIB
  • author Tim iNews Serpong
Menanti Peraturan Pemerintah KEK Halal Sidoarjo untuk Perkuat Ekosistem Investasi AMAN
PT Makmur Berkah Amanda Tbk menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis perseroan dalam Public Expose Tahunan yang digelar di Jakarta pada Selasa. Foto: ist

JAKARTA, iNewsSerpong.id - PT Makmur Berkah Amanda Tbk menyatakan optimisme terhadap prospek bisnis perseroan dalam Public Expose Tahunan yang digelar di Jakarta pada Selasa.

 Melalui Direktur Utama Adi Saputra Tedja Surya, manajemen menargetkan total pendapatan portofolio sebesar Rp295,97 miliar pada 2026, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp234,77 miliar.

Adi menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut akan ditopang oleh penguatan portofolio bisnis yang mencakup kawasan industri ramah lingkungan, hotel di Ubud Bali dan Pontianak, serta pengembangan kawasan industri halal di Sidoarjo sebagai motor pertumbuhan strategis. 

Menurut Adi, hingga saat ini sektor kawasan industri masih menjadi pilar utama pendapatan, namun ke depan pihak manajemen melihat peluang pertumbuhan yang semakin kuat dari portofolio bisnis hospitality yang terus berkembang.

Dalam proyeksi 2026, Adi memperkirakan lini bisnis kawasan industri tetap menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 58 persen, sedangkan lini hospitality diharapkan terus tumbuh seiring peningkatan kinerja operasional dan tingkat okupansi yang sehat.

Adi menegaskan bahwa kekuatan bisnis ini terletak pada tingginya kepercayaan dan kepuasan penyewa yang telah menjadi bagian dari ekosistem, di mana banyak calon mitra memperoleh referensi dari mereka yang sudah beroperasi terlebih dahulu.

Selain itu, Adi menyoroti perkembangan strategis Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) yang memiliki luas 796,65 hektare.

Kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan baru seiring rencana penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Halal yang saat ini sedang menunggu pengesahan melalui Peraturan Pemerintah. Adi menilai status KEK Halal ini akan memberikan berbagai insentif dan kemudahan yang dapat memperkuat ekosistem industri halal serta meningkatkan daya tarik investasi global.

Sejumlah investor dari Asia dan Timur Tengah disebut telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di kawasan tersebut, bahkan Adi mengungkapkan beberapa di antaranya telah memasuki tahap lanjutan dan mengonfirmasi rencana investasi mereka. Adi menambahkan bahwa persaingan investasi saat ini tidak hanya terjadi di dalam negeri, melainkan juga di tingkat regional Asia Tenggara dengan negara seperti Malaysia dan Vietnam. Oleh karena itu, Adi memastikan semua lini bisnis terus ditingkatkan daya saingnya agar Indonesia menjadi tujuan investasi yang kompetitif demi menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut