get app
inews
Aa Text
Read Next : Kekayaan Presiden AS Terus Bertambah, 1 Tahun Berkuasa Hartanya Melonjak Rp25 Triliun

Kepercayaan Publik terhadap Presiden AS Menurun Drastis, Akibat tak Mampu Kalahkan Iran

Senin, 03 Agustus 2026 | 19:44 WIB
header img
Tak mampu kalahkan Iran, kepercayaan publik terhadap Presiden AS menurun drastis. (Foto: Ist)

WASHINGTON, iNewsSerpong.id -- Peringkat kepercayaan publik (net approval rating) terhadap Presiden AS Donald Trump dilaporkan anjlok signifikan hingga bernilai negatif di 11 negara bagian yang sebelumnya ia kuasai dengan kemenangan dua digit pada Pemilu 2024.

Penurunan tajam di basis-basis politik terkuatnya ini menjadi alarm penting menjelang pemilihan paruh waktu mendatang.

Berdasarkan jajak pendapat daring Civiqs hingga 30 Juli, tingkat persetujuan terhadap Trump menyusut ke angka 36 persen, sementara tingkat ketidaksetujuan melonjak hingga 59 persen.

Terdaftar Sejak Awal

Angka tersebut menghasilkan net approval bersih di level minus 24 persen dari total lebih dari 120.000 pemilih terdaftar sejak awal masa jabatannya.

Penurunan drastis terjadi di berbagai daerah utama. Alaska dan Iowa mencatat penurunan paling tajam hingga berada di angka minus 14, disusul Texas dan Ohio di angka minus 13.

Bahkan di wilayah di mana ia sangat populer seperti Wyoming dan North Dakota, angka persetujuannya tergerus tajam hingga tersisa di level plus 19.

Keterlibatan Militer AS

Sejumlah analis menilai merosotnya dukungan publik ini berakar dari kebijakan ekonomi serta ketegangan militer luar negeri.

Tren penurunan mulai terlihat sejak pemberlakuan tarif impor besar-besaran pada April 2025.

Kondisi tersebut diperparah oleh keterlibatan militer AS dalam konflik dengan Iran sejak Februari 2026.

Perang yang berdampak pada gangguan jalur pelayaran Selat Hormuz dan lonjakan volatilitas pasar energi global kian memperberat tekanan ekonomi masyarakat.

Kegagalan menuntaskan konflik ini dengan cepat dinilai menjadi pemicu utama merosotnya tingkat kepercayaan masyarakat AS terhadap kepemimpinan Trump. (*)

 

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut