get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengadilan Malaysia Vonis Najib Razak 15 Tahun Penjara dan Denda Rp47 Triliun

Indonesia Siap Ekspor 1.000 Ton Beras Premium ke Malaysia, Potensi 200.000 Ton per Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:33 WIB
header img
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ekspor beras premium antara Perum Bulog dengan Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd yang disaksikan Mentan Amran Sulaiman. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Indonesia bersiap mengekspor beras premium komersial ke Malaysia. Pada tahap awal, pengiriman beras direncanakan mencapai 1.000 ton dengan potensi perdagangan hingga 200.000 ton per tahun.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perum Bulog dan perusahaan Malaysia, Padi dan Beras Borneo Sdn Bhd.

Penandatanganan disaksikan Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada 14 Agustus 2026.

Sebuah Langkah Strategis

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperluas pasar beras premium Indonesia di kawasan regional.

“Penandatanganan MoU ini menjadi momentum yang sangat berarti bagi BULOG dan bagi Indonesia,” ujar Rizal dalam keterangannya, Rabu (19/8/2026).

Menurut dia, ketahanan pangan nasional tetap menjadi prioritas utama. Namun, ketika stok beras dalam negeri aman, Bulog memiliki ruang untuk mengembangkan bisnis komersial, termasuk ekspor.

Cadangan Beras Pemerintah

Pengiriman berikutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar serta kesiapan kedua pihak. Potensi volumenya diperkirakan mencapai 200.000 ton per tahun.

Sementara itu, Mentan Amran Sulaiman menyebut ekspor tersebut menjadi momentum penting karena cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini cukup kuat.

“Ketika stok kita kuat mencapai sekitar 5,2 juta ton, kita mulai berbicara tentang ekspor,” kata Amran.

Dia menegaskan, ekspor tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat. Pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sebelum membuka ruang ekspor.

Dengan kondisi CBP sekitar 5,2 juta ton, pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang memperluas pasar beras ke negara-negara lain di kawasan regional. (*)

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut