Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : BYD Ungkap Temuan Awal Insiden Asap pada Mobil Listrik Seal
Advertisement . Scroll to see content

Kampus di China Jadi Contoh, Stella Christie Dorong Inovasi Kendaraan Listrik di Indonesia

Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:41 WIB
  • author Mei Sada Sirait
Kampus di China Jadi Contoh, Stella Christie Dorong Inovasi Kendaraan Listrik di Indonesia
Indonesia perlu belajar dari China yang berhasil mengembangkan industri kendaraan listrik melalui proses panjang, bukan secara instan. (Foto: Dok iNews)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mendorong perguruan tinggi di Indonesia memperkuat riset dan inovasi untuk mengembangkan industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Menurut Stella, Indonesia perlu belajar dari China yang berhasil membangun industri kendaraan listrik melalui proses panjang, bukan secara instan.

“Pada waktu itu belum ada sepeda listrik, motor listrik, maupun mobil listrik,” ujar Stella, mengenang pengalamannya belajar selama satu semester di China ketika masih menjadi mahasiswa Harvard, di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Pengembangan Sains dan Teknologi

Stella menjelaskan, perguruan tinggi memiliki dua peran penting dalam pengembangan sains dan teknologi. Pertama, merespons kebutuhan pasar (respond to the market). Kedua, memimpin pasar melalui inovasi (lead the market).

Peran pertama berfokus pada penelitian untuk menjawab kebutuhan industri saat ini. Sementara itu, peran kedua mendorong perguruan tinggi menciptakan terobosan teknologi yang mampu membuka peluang pasar baru.

“Kalau kita hanya merespons kepada pasar, kita tidak bisa mengantisipasi apa yang dibutuhkan oleh pasar. Itulah adanya inovasi-inovasi riset di perguruan tinggi,” katanya.

Riset Harus Hasilkan Terobosan

Stella juga menanggapi tantangan Ketua Umum Periklindo Moeldoko mengenai hasil inovasi perguruan tinggi yang dinilai cenderung serupa dari tahun ke tahun.

Dia menilai, riset harus menghasilkan terobosan berbeda agar industri kendaraan listrik Indonesia mampu bersaing.

Selain inovasi, Stella menekankan pentingnya efisiensi untuk menekan biaya produksi sehingga kendaraan listrik dapat dijangkau lebih banyak masyarakat.

“Di dalam EV, efisiensi adalah segalanya. Tanpa efisiensi, tidak akan kita bisa membuat motor dan mobil listrik yang murah, yang bisa dijangkau oleh masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, riset perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada penelitian di atas kertas, tetapi mampu menghasilkan teknologi yang dapat diterapkan dan dikembangkan dalam skala industri. (*)

 

 

 

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut