JAKARTA, iNewsS.iderpong – Impian banyak orang saat usia bertambah, namun kualitas hidup tetap dalam kondisi terbaik. Sayangnya impian itu sulit tercapai mengingat fakta proses penuaan terus berlangsung, bahkan sejak berusia 25 tahun.
Kepala Pusat Studi Anti-Aging Medicine Indonesia (INCAAM), Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And (KSAAM) menjelaskan, bahwa proses penuaan dimulai dengan menurunnya fungsi berbagai organ tubuh. Akibat penurunan fungsi itu, maka muncul berbagai tanda dan gejala proses penuaan seperti kulit keriput, kusam dan bernoda, massa otot berkurang, massa lemak meningkat, daya ingat berkurang, sulit tidur hingga terganggunya fungsi seksual.
Umumnya sebagian besar orang pasrah dengan proses penuaan yang dialami sehingga menjadi tua, sakit dan akhirnya menurunkan kualitas hidup. Padahal berdasarkan ilmu Anti Aging Medicine, sebagian besar penyebab proses penuaan dapat dihindari atau diatasi seperti radikal bebas, gaya hidup yang tidak sehat, diet yang tidak sehat, polusi, stress bahkan hormon yang menurun.
“Apabila faktor-faktor ini dapat dihindari atau diatasi maka proses penuaan tentu seperti penyakit yang dapat dicegah dan diobati. Efeknya kualitas hidup dapat dipertahankan menjadi lebih baik walaupun usia terus bertambah,” kata Prof Wimpie Pangkahila saat ditemui di sela-sela opening QuickGlam, klinik pertama di Indonesia, yang menyediakan layanan Estetika, Anti Aging dan Seksologi dalam satu wadah.
Senada dengan Prof Wimpie, dr. Haekal Anshari, M. Biomed (AAM) Medical Director QuickGlam, menjelaskan proses penuaan sebetulnya dapat ditangani dengan perawatan klinis secara komprehensif dan menyeluruh, baik dari dalam maupun luar tubuh kita. Proses penuaan dimulai dari tingkat sel pada tubuh, serta tercermin ke dalam bentuk tubuh dalam satu kesatuan yang utuh.
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
