JAKARTA. iNewsSerpong.id - Abdul Rahman Farisi selaku Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar memberikan tanggapannya mengenai perbedaan pandangan terkait kenaikan lifting minyak nasional yang melibatkan Cornelis, anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PDIP.
Polemik ini bermula ketika Cornelis meragukan klaim peningkatan lifting yang disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan merujuk pada pernyataan Menteri Keuangan mengenai pentingnya sumur baru dalam produksi migas.
Abdul Rahman menilai bahwa cara pandang tersebut cenderung menyederhanakan persoalan teknis dan berisiko membangun narasi yang kurang tepat di tengah masyarakat mengenai kinerja sektor energi nasional.
Ia menjelaskan bahwa meskipun penurunan produksi secara alami merupakan sebuah fakta, namun peningkatan lifting tetap bisa dicapai melalui berbagai langkah teknis tanpa harus selalu bergantung pada sumur baru.
Upaya seperti optimalisasi sumur lama melalui teknologi tertentu, perbaikan manajemen reservoir, serta pengaktifan kembali sumur yang sempat tidak beroperasi merupakan strategi yang umum dilakukan dalam industri migas.
Selain itu, kebijakan pemerintah dalam menata dan melegalkan sumur minyak rakyat turut memberikan kontribusi pada kenaikan angka produksi resmi.
Abdul Rahman berharap agar perbedaan metode pencatatan data antara instansi terkait tidak ditarik ke ranah politis, melainkan dipahami sebagai keragaman pendekatan teknis yang tetap valid secara administratif.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
