TEHERAN, iNewsSerpong.id — Langit Israel berubah menjadi neraka dalam hitungan jam. Iran melancarkan serangan brutal tanpa jeda sebagai balasan atas tewasnya tokoh penting mereka, Ali Larijani.
Dini hari yang mencekam itu, rudal demi rudal berjatuhan, membawa bom klaster yang memecah kehancuran ke berbagai penjuru.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tanpa ragu mengklaim serangan ini sebagai aksi balas dendam yang tak mengenal ampun.
Bobol Pertahanan Canggih Israel
Rudal multi-hulu ledak yang mereka gunakan terbukti sulit dihentikan, bahkan oleh sistem pertahanan canggih Israel.
Dampaknya, kawasan Ramat Gan di dekat Tel Aviv luluh lantak. Dua warga lanjut usia tewas tragis, tak sempat mencapai ruang perlindungan di rumah mereka.
Ledakan beruntun tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melukai sejumlah warga dan merusak infrastruktur vital, termasuk stasiun kereta Tel Aviv.
Peringatan Dini Israel
Suara sirene yang terlambat memicu kepanikan, memunculkan kekhawatiran besar atas kesiapan sistem peringatan dini Israel.
Dari Ramallah, jurnalis menggambarkan malam itu sebagai salah satu yang paling mengerikan sepanjang konflik.
Ketegangan terus meningkat saat Iran kembali meluncurkan gelombang serangan berikutnya pada pagi hari.
Situasi kini memanas dan dunia menahan napas—apakah ini awal dari eskalasi yang lebih besar? (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
