WASHINGTON, iNewsSerpong.id - Kabar mengejutkan datang dari armada tempur Amerika Serikat. Kapal induk kebanggaan mereka, USS Gerald R Ford, terpaksa angkat kaki lebih cepat dari medan operasi di Timur Tengah.
Bukan karena serangan musuh, melainkan insiden tak terduga: kebakaran di dalam kapal sendiri.
Ironisnya, sumber api bukan berasal dari pertempuran sengit, melainkan dari fasilitas laundry utama. Insiden pada 12 Maret itu langsung mengacaukan ritme operasional kapal raksasa tersebut.
Gangguan Fasilitas Vital
Dampaknya tidak main-main—sekitar 600 personel dilaporkan harus tidur beralaskan lantai dan meja akibat gangguan fasilitas vital.
Di tengah tensi tinggi menghadapi Iran dalam operasi militer Epic Fury, mundurnya USS Gerald R Ford tentu memunculkan tanda tanya besar.
Apakah ini sekadar insiden teknis biasa, atau cerminan rapuhnya kesiapan logistik di balik kekuatan militer terbesar dunia?
Superioritas Militer AS
Kapal induk itu kini diarahkan ke Pangkalan Dukungan Angkatan Laut AS di Souda Bay, Pulau Kreta, Yunani, untuk menjalani perbaikan setidaknya selama sepekan.
Sebelumnya, kapal ini juga sempat singgah di lokasi yang sama untuk pengisian logistik.
Pernyataan resmi menyebut kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak terkait pertempuran.
Namun, kejadian ini tetap menjadi pukulan telak bagi citra superioritas militer AS di tengah sorotan global. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
