Daek Kopi Tawarkan Harga Merakyat, Kafe ala Jepang yang Berawal dari Gerobak

Qorina Indika

SERPONG CITY, iNewsSerpong.id – Daek Kopi menawarkan harga merakyat dengan kualitas minuman unik olahan sendiri. Cukup merogeh kocek Rp23 ribu, pengunjung sudah dapat menikmati menu non coffee cau keju, yang menjadi signature dari Daek Kopi.

Daek Kopi beroperasi dari pukul 15.00 WIB hingga 23.00 WIB, sedang untuk Sabtu dan Minggu dibuka mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 23.00 WIB. "Saat ini sedikit ada kenaikan harga namun hanya Rp2 ribu dari harga sebelumnya," ungkap Owner dari Daek Kopi, Moch Rifky, saat ditemui iNewsSerpong.

Resep Racikan Sendiri

Tidak hanya minuman, Daek Kopi juga menyediakan makanan signature racikan sendiri. Menu tersebut bernama Pengkuel, yakni mie nyemek versi kuah yang lebih kental dan diracik dengan bumbu ciptaan Riky sendiri. dengan harag 17 ribu.

Bukan tanpa perjuangan, Daek Kopi berangkat dari gerobak kaki lima. Rifky mengaku saat berhijrah ke Gading Serpong ia memulai usahanya menggunakan gerobak kaki lima, sebelumnya ia membuka kedai kopi di Cianjur namun terbentur dengan pandemi Covid-19.

“Dengan modal seadanya saya mulai kembali bikin dari gerobakan, ternyata customer nya antusias dan banyak yang beli sampai saya ada di titik sekarang,” beber Rifky

Disisi lain, Rifky memiliki tantangan tersendiri dalam merintis usahanya. Tantangan diantaranya  mulai dari urusan Satpol PP, preman, hingga satgas Covid-19  yang saat itu masih hangat dikalangan masyarakat.

Dalam perjalanan binis kuliner Rifky diungkapkan, Daek Kopi dapat berpindah dari kopi gerobakan ke ruko berlokasi di Kelapa Dua namun harga tetap seperti kopi gerobakan, ditempuh dua tahun lebih.

Lokasi Daek kopi yang tidak jauh dari Gading Serpong dan Karawaci, membuat market kedai ini menjadi lebih luas. Rifky mengaku bahwa pengunjung kedai kebanyakan mahasiswa disekitar Gading Serpong.

"Dengan harga yang berkisar diatas 20 ribu per satu gelas kopi, membuat kedainya tidak pernah sepi pengunjung," ungkap Rifky.

Rifky bercerita bahwa market dari kedai kopi nya bukan hanya anak muda, melainkan anak-anak hingga dewasa. Ia menjelaskan bahwa terdapat beberapa menu untuk anak-anak yaitu permen karet dan es cokelat.

Begitu pula dengan anak muda dan dewasa, tersedia beragam kopi dari manca negara hingga kopi nusantara, Jawa Barat dan Jawa Timur contohnya.

Kafe yang berlokasi di Kelapa Dua ini memiliki filosofi akan konsepnya, dimuali dengan nama “Daek” yang berarti “Mau” merupakan bahasa Sunda.

Sang owner menjelaskan bahwa nama Daek tercetus dari dirinya yang mau berusaha dan mencoba untuk memulai jualannya.  Disisi lain kedai kopi yang bernuansa hijau, putih, dan cokelat ini memiliki nuansa khas Jepang.

Hobi Ricky adalah segala yang berbau jepang jepangan, "Dulu masih kecil suka nonton detektif conan pagi-pagi jadi tercetus buat bikin konsep nya jepang gitu, bar nya juga seperti di Jepang. Tidak besar mungkin 4x4” ujar Rifky sambil menyeruput kopinya. (*) Editor : Syahrir Rasyid