JAKARTA, iNews.Serpong.id. Lo Kheng Hong, investor yang dijuluki Warren Buffett Indonesia, berbagai ilmu untuk menjadi investor sukses. Dia menyatakan, berinvestasi mudah dan sederhana bagi mereka yang punya tujuan dan sabar.
Pernyataan itu dikemukakan di hadapan para nasabah yang hadir dalam makan malam bertajuk “SimInvest Year End Dinner Bersama Lo Kheng Hong” di Jakarta, pekan lalu. Acara itu merupakan apresiasi PT Sinarmas Sekuritas dan Sinarmas Asset Management kepada para nasabah pemenang Capital Market and Summit Expo (CMSE) 2021.
Sebagai sosok yang menginspirasi banyak anak muda untuk berinvestasi di pasar modal, sosoknya tak pernah pelit membagikan tips sukses berinvestasi di pasar modal. Tak bosan-bosan dia mengingatkan agar investor muda berinvestasi pada sesuatu yang dipahami.
Tentang suka duka bermain di pasar modal, ia mengaku mulai berinvestasi saham pada tahun 1989 dan mengaku tidak pernah mendapatkan keuntungan selama empat tahun. Saham yang ia beli rugi dan belum kembali pada harga yang layak untuk di jual.
“Saya melewati masa tight money policy atau kebijakan pengetatan keuangan ketika mulai berinvestasi. Tapi saya tidak putus asa dan akhirnya pada tahun 1992 saya untung,” kenangnya melalui siaran pers.
Tidak berpuas diri atas keuntungan yang diraih, Lo melanjutkan investasinya dengan terus memburu saham yang dirasa punya prospek bagus dan harganya masih murah. Prinsipnya, mendapatkan saham berharga murah, tapi bernilai besar.
Nasabah yang hadir berharap kegiatan seperti ini rutin dilakukan karena selain memberikan wawasan tentang dunia pasar modal, juga memberi motivasi untuk konsisten berinvestasi. “Saya berterima kasih sekali kepada Sinarmas Sekuritas dan Sinarmas Asset Management karena telah mempertemukan saya dengan Lo Kheng Hong. Senang sekali bisa langsung melakukan tanya jawab dengan Pak Lo. Saya harap acara seperti ini rutin dilakukan.” ujar Andrei Jemmy Daniel, nasabah asal Manado.
Berikut tips sukses berinvestasi di pasar modal dari Lo Kheng Hong:
1. Baca laporan keuangan
Menurut dia, tidak ada alasan investor atau trader tak membaca laporan keuangan sebab kunci untuk memilih emiten itu justru dari laporan keuangan. Investor bisa mulai membaca laporan keuangan dari berapa laba, penjualan, modalnya berapa, berapa utangnya, utangnya lancar atau macet.
2. Sabar menanti hasil yang terbaik
Tidak ada yang instan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ini dibuktikan Lo Kheng Hong ketika pertama kali terjun berinvestasi. Bukannya untung, tapi malah rugi karena memulainya dengan cara yang salah, membeli saham IPO dengan harga murah, lalu menjualnya ketika listing dengan harapan mendapatkan keuntungan. Padahal untuk mendapatkan hasil terbaik, berinvestasi perlu waktu.
3. Beli saham yang bidang usahanya baik
Memilih emiten sebenarnya tidak sulit, investor hanya perlu mencari industri yang dapat bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Setelah menentukan industrinya, sortir perusahaan yang misalnya masih memiliki price to book value atau PBV kecil tapi asetnya banyak dan utangnya kecil.
4. Pilih perusahaan yang untung
Dengan gamblang Lo mengatakan, anti membeli perusahaan yang rugi. Karena dia selalu mencari perusahaan yang bisa menjadi mesin uang buatnya. Ia sama sekali tidak tertarik pada perusahaan yang dari awal telah mengalami kerugian.
5. Track record pimpinan perusahaan yang baik
Setiap menentukan saham yang hendak dibeli, selalu cari tahu pimpinan perusahaan itu, seperti direksi dan komisaris. Pastikan selama berkarier di industri, mereka pribadi yang berintegritas, jujur, dan memiliki reputasi yang baik.
Editor : Syahrir Rasyid