Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Demi Roy Suryo dan Dokter Tifa, Din Syamsuddin Siap Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan
Advertisement . Scroll to see content

Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lainnya Haram, Itu Fatwa Dari Muhammadiyah

Sabtu, 22 Januari 2022 | 07:53 WIB
  • author Shelma Rachmayanti
Bitcoin dan Mata Uang Kripto Lainnya Haram, Itu Fatwa Dari Muhammadiyah
Majelis Tarjih Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah menetapkan Fatwa Tarjih bahwa mata uang kripto hukumnya haram, baik sebagai alat investasi maupun sebagai alat tukar. Begini penjelasannya. (Foto : Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id - Mata uang kripto hukumnya haram, baik sebagai alat investasi maupun sebagai alat tukar. Demikian ditegaskan Majelis Tarjih Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah. Pasalnya, terdapat kemudaratan dalam uang kripto tersebut.

Nilai mata uang kripto seperti Bitcoin sangat fluktuatif dengan kenaikan atau penurunan yang tidak wajar. Selain sifatnya yang spekulatif, menggunakan bitcoin juga mengandung gharar (ketidakjelasan).

"Bitcoin hanyalah angka-angka tanpa ada underlying-asset (aset yang menjamin Bitcoin, seperti emas dan barang berharga lain)," sebut Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

Sifat spekulatif dan gharar ini diharamkan oleh syariat, sebagaimana Firman Allah dan hadis Nabi Muhammad SAW serta tidak memenuhi nilai juga tolok ukur Etika Bisnis menurut Muhammadiyah.

"Khususnya dua poin ini, yaitu tidak boleh ada gharar (HR. Muslim) dan tidak boleh ada maisir (QS. Al Maidah: 90)," jelas Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

Kedua, kripto sebagai alat tukar. Sebagai alat tukar, sebenarnya hukum asal mata uang kripto adalah boleh, sebagaimana kaidah fikih dalam bermuamalah.

Penggunaan mata uang kripto sebenarnya mirip dengan skema barter, selama kedua belah pihak sama-sama rida, tidak merugikan dan melanggar aturan yang berlaku.

"Namun demikian, jika menggunakan dalil sadd adz dzariah (mencegah keburukan), maka penggunaan uang kripto ini menjadi bermasalah," ujar Majelis Tarjih PP Muhammadiyah.

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut