get app
inews
Aa Text
Read Next : Bachtiar Adnan Kusuma, Tak Letih Menyulam Kata Menjelma Jadi Buku

Target 12 Ton Per Hektare, PT IPN Gandeng Mitra China dan Unhas Kembangkan Bibit Unggul

Senin, 13 April 2026 | 19:55 WIB
header img
PT Industri Padi Nusantara kerjasama dengan Universitas Hasanuddin, Senyuanda Ecological Environmental Group Co Ltd, serta Guangdong Institute of Modern Agricultural Equipment. Penandatanganan berlangsung di Hotel Kunlun, Beijing, 8 April 2026. (Foto: Ist

JAKARTA, iNewsSerpong.idPT Industri Padi Nusantara (IPN) menjalin kerjasama sejumlah pihak baik domestik maupun luar negeri, untuk pengembangan bibit padi unggul dengan target 12 ton per hektare (Ha).

IPN menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas), Senyuanda Ecological Environmental Group Co Ltd, serta Guangdong Institute of Modern Agricultural Equipment. Penandatanganan berlangsung di Hotel Kunlun, Beijing, 8 April 2026.

Direktur Utama IPN, Andi Nursyam Halid mengatakan, kerja sama ini bertujuan menghadirkan bibit padi unggul dengan produktivitas minimal 12 ton per hektare per panen.

Diterapkan di Lahan 5.000 Hektare

Program tersebut akan diterapkan di lahan 5.000 hektare milik PT Silampari Agro Nusantara di Kabupaten Musi Rawas.

“Pengembangan juga akan dilakukan di Tulang Bawang, Lampung seluas 5.000 hektare serta Marauke, Papua seluas 10.000 hektare,” ujarnya.

Penandatanganan dilakukan oleh Andi Nursyam Halid, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa, dan Jinshi Jia. Turut menyaksikan, Nurdin Halid bersama jajaran komisaris dan akademisi.

Selain itu, IPN juga meneken perjanjian pembiayaan peralatan agrikultur dengan mitra China, dengan nilai investasi mencapai 35 juta euro.

Peralatan tersebut mencakup seluruh proses produksi, mulai pengolahan lahan hingga panen.

Seluruh alat akan dikirim ke lokasi budidaya di Musi Rawas.

Pusat Pengolahan Gabah Petani

Sementara itu, fasilitas penggilingan padi (rice mill) akan dibangun di Kabupaten Tulang Bawang dengan kapasitas awal 100.000 ton per tahun dan ditargetkan meningkat hingga 400.000 ton.

Pabrik tersebut akan menjadi pusat pengolahan gabah petani di kawasan industri terpadu seluas 1.400 hektare, hasil kerja sama IPN dengan pemerintah daerah setempat.

Sehari sebelum penandatanganan, rombongan melakukan studi banding ke fasilitas pertanian modern di Yangzhou, termasuk pabrik rice mill berkapasitas 160.000 ton per tahun.

Kunjungan ini menjadi dasar pengembangan laboratorium dan teknologi pembibitan yang akan dibangun di Indonesia.

Rombongan juga melibatkan tim ahli dari Unhas guna memperkuat riset dan implementasi teknologi pertanian modern di dalam negeri. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut