Heboh! Pelayan Cantik di Dekat Elon Musk Diduga Perwira Militer Intelijen China yang Menyamar
BEIJING, iNewsSerpong.id -- Sebuah tuduhan mengejutkan datang dari blogger independen, Jennifer Zeng. Zeng menganalisa bahwa seorang pelayan wanita berparas cantik yang melayani miliarder AS, Elon Musk, dalam sebuah jamuan kenegaraan di Beijing, sebenarnya adalah perwira elite militer China yang sedang menyamar.
Melalui serangkaian unggahan di media sosial, Zeng menyebut pelayan berbaju merah yang berdiri tepat di belakang Elon Musk adalah Mayor Cheng Cheng, perwira intelijen.
Sosok ini bukan pelayan biasa, melainkan komandan batalion aktif yang sangat berprestasi di militer China.
"Saya pikir Cheng Cheng membawa pistol atau sesuatu di balik gaun merahnya," tulis Zeng seperti dikutip dari NDTV, Jumat (22/5/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, Mayor Cheng Cheng bukanlah nama sembarangan di Negeri Tirai Bambu. Berikut rekam jejak menterengnya:
Jabatan: Komandan Batalion di Brigade Upacara Pengawal Kehormatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA).
Prestasi: Komandan pengawal kehormatan wanita pertama dalam sejarah PLA dan peraih penghargaan Jasa Kelas Satu.
Karier Politik: Wakil di Kongres Rakyat Nasional (parlemen China) ke-13 dan ke-14 sejak tahun 2018.
Pengalaman Misi: Telah memimpin lebih dari 200 misi seremonial tingkat kenegaraan, termasuk penyambutan kepala negara asing.
Lahir pada Desember 1986, Cheng bergabung dengan militer sejak usia 18 tahun dan ikut menyusun manual standar operasional pengawal kehormatan wanita China.
Hingga saat ini, pemerintah China belum memberikan tanggapan resmi mengenai klaim spesifik tersebut, dan tuduhan Zeng belum bisa diverifikasi secara independen.
Namun, para pakar keamanan Barat menilai dugaan taktik penyamaran ini selaras dengan pola historis intelijen Beijing.
Salah satu yang paling terkenal adalah operasi jebakan (honeypot) agen Fang Fang yang sempat menargetkan politisi di California, AS.
Intelijen Barat pun berulang kali memperingatkan adanya infiltrasi aktor negara ke dalam lingkaran diplomatik dan eksekutif teknologi global dengan kedok yang tampak tidak berbahaya.
Kunjungan para bos teknologi dunia ke China kini disebut-sebut membawa risiko spionase terselubung yang wajib diwaspadai.
Editor : Syahrir Rasyid