get app
inews
Aa Text
Read Next : Antisipasi Gagal Panen akibat Kemarau, Pemkab Tangerang Petakan Lahan Rawan

Puso Ancam Petani, Pemkab Tangerang Siapkan 8,9 Ton Benih

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:32 WIB
header img
Sebanyak 43 hektare lahan pertanian di 12 kecamatan dan 24 desa di Kabupaten Tangerang diperkirakan berpotensi mengalami gagal panen (puso). (Foto: Ist)

TANGERANG RAYA, iNewsSerpong.id – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyiapkan 8,9 ton benih padi untuk mengantisipasi potensi gagal panen (puso) akibat musim kemarau ekstrem yang dipicu fenomena El Nino.

Berdasarkan pendataan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP), sekitar 43 hektare lahan pertanian di 12 kecamatan dan 24 desa berpotensi terdampak kekeringan.

Benih tersebut akan disalurkan kepada petani apabila puso benar-benar terjadi.

Menekan Risiko Kerugian

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi sejak dini guna menekan risiko kerugian petani dan menjaga ketahanan pangan daerah.

“Penyediaan benih menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan agar petani dapat segera kembali menanam apabila mengalami gagal panen,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana DPKP Kabupaten Tangerang Sahri menjelaskan, ancaman puso tidak hanya dipicu minimnya curah hujan, tetapi juga serangan hama dan penyakit tanaman.

Meski demikian, hingga kini belum ada laporan resmi mengenai lahan yang mengalami gagal panen akibat kekeringan.

Prakiraan Cuaca BMKG

Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan, pemanfaatan prakiraan cuaca BMKG sebagai acuan jadwal tanam, sosialisasi kepada petani, penyiagaan brigade alat dan mesin pertanian berupa pompa air, hingga pembersihan saluran irigasi.

Selain itu, pemerintah juga mengidentifikasi sumber air alternatif, termasuk memanfaatkan bekas galian pasir di wilayah selatan Kabupaten Tangerang sebagai cadangan air dengan bantuan pompa guna menjaga pasokan irigasi.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memberikan rasa aman bagi petani di tengah ancaman kemarau panjang. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut