Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Berapa Biaya Perang Iran? Gedung Putih Menolak Ungkap kepada Para Senator AS
Advertisement . Scroll to see content

Amerika Serikat Akan Lumpuhkan Ekonomi Iran, Akibat Gagal Kalahkan dengan Senjata

Senin, 10 Agustus 2026 | 20:00 WIB
  • author Andika Hendra Mustaqim
Amerika Serikat Akan Lumpuhkan Ekonomi Iran, Akibat Gagal Kalahkan dengan Senjata
Gagal kalahkan Iran dengan senjata, AS akan lumpuhkan ekonomi Teheran. (Foto: Istimewa)

TEHERAN, iNewsSerpong.idAmerika Serikat (AS) berencana meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran setelah upaya militer dinilai belum mampu memaksa Teheran menyerah.

Utusan AS untuk PBB, Mike Waltz, mengatakan langkah yang dilakukan Menteri Keuangan Scott Bessent telah memberikan tekanan berat terhadap perekonomian Iran.

Menurutnya, para pejabat Iran kini lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi dibandingkan serangan militer.

Akibat Pelemahan Mata Uang

“Saat Iran duduk bersama negosiator kami, yang mereka bicarakan hanyalah uang tunai,” ujar Waltz dalam wawancara dengan Fox News.

Waltz menyebut para pemimpin Iran semakin menghadapi tekanan akibat pelemahan mata uang dan tingginya inflasi. AS juga mempertahankan pembekuan sejumlah aset Iran serta tekanan ekonomi lainnya.

Menurut Waltz, tekanan tersebut, ditambah blokade, diharapkan dapat memaksa Iran melunak dan kembali serius dalam perundingan.

Namun, efektivitas strategi tersebut diragukan. Profesor Georgetown University di Qatar, Mehran Kamrava, menilai negosiasi AS-Iran berjalan sangat lambat dan belum menunjukkan tanda-tanda terobosan.

Iran Dalam Tekanan Ekonomi Besar

Kamrava mengatakan Iran berusaha memberikan tekanan ekonomi kepada negara-negara tetangganya seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait agar mendorong AS berunding.

Di sisi lain, AS terus memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran. Meski Iran berada dalam tekanan ekonomi besar, Kamrava menilai strategi tersebut belum tentu berhasil.

“AS telah memberikan tekanan terhadap Iran selama beberapa dekade, namun hal itu tidak menggoyahkan kekuasaan di sana,” katanya.

Menurutnya, para pengambil keputusan Iran lebih berfokus mempertahankan kekuasaan sehingga tekanan ekonomi belum tentu mengubah kebijakan Teheran.

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut