Pelatih Asing Persib yang Bangun Generasi Emas Maung Bandung Ternyata Bukan Bojan Hodak
BANDUNG, iNewsSerpong.id – Persib Bandung memiliki sejarah panjang dalam sepak bola Indonesia.
Jauh sebelum era Bojan Hodak, ada Marek Janota, pelatih asal Polandia yang menjadi pelatih asing pertama Maung Bandung dan berperan penting membangun fondasi generasi emas klub.
Janota lahir di Warsawa, Polandia, pada 13 Oktober 1937. Dia datang ke Bandung pada Februari 1980 atas inisiatif Ketua Umum Persib saat itu, Solihin Gautama Purwanegara.
Mengutip situs resmi klub, Janota mendapat tugas berat membawa Persib kembali ke Divisi Utama PSSI setelah gagal promosi pada 1979.
Alih-alih membangun tim secara instan, Janota memilih membina pemain muda, di antaranya Yusuf Bachtiar, Ajat Sudrajat, Dede Iskandar, Robby Darwis, dan Wawan Karnawan.
Pembinaan dilakukan di lapangan Pusat Pelatihan Infanteri (PPI), Bandung. Program latihannya mencakup aspek fisik, teknik, taktik, mental, hingga pembentukan karakter pemain.
Meski pada awalnya menghadapi tekanan akibat hasil yang belum memuaskan, Janota tetap konsisten menjalankan programnya.
Perlahan, hasil pembinaan mulai terlihat. Persib berhasil menjuarai Piala Siliwangi 1981 dan Piala Galunggung 1982, serta menjadi runner-up Piala Soeratin 1982.
Di kompetisi Divisi I PSSI, Janota juga membawa Persib melewati fase interrayon dan zona Jawa Barat-DKI Jakarta dengan catatan kemenangan sempurna.
Kebersamaan Janota dengan Persib berakhir menjelang putaran nasional Divisi I PSSI pada awal 1983. Dia mengundurkan diri setelah menghadapi tekanan dari berbagai pihak.
Misi membawa Persib kembali ke Divisi Utama kemudian dilanjutkan Risnandar Soendoro. Meski Janota tidak menuntaskan target tersebut, para pemain muda yang dibinanya menjadi bagian penting kekuatan Persib pada era berikutnya.
Fondasi pembinaan itu turut mewarnai perjalanan Maung Bandung menuju masa kejayaan pada dekade 1980-an hingga pertengahan 1990-an.
Marek Janota meninggal dunia di Warsawa pada 15 Agustus 2021 dalam usia 83 tahun. Namanya tetap dikenang sebagai sosok yang menanamkan fondasi penting bagi perkembangan generasi emas Persib Bandung. (*)
Editor: Syahrir Rasyid