Cadangan BBM Bali Ditargetkan 15 Hari, Bahlil Pastikan SPBU Kembali Normal
JAKARTA, iNewsSerpong.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Bali kembali normal setelah sempat terjadi kelangkaan.
Pemerintah menargetkan cadangan BBM di Pulau Dewata meningkat menjadi 15 hari.
Kepastian tersebut disampaikan Bahlil seusai rapat koordinasi dan evaluasi bersama Pertamina, BPH Migas, serta Pemerintah Provinsi Bali di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).
Bahlil mengatakan, cadangan BBM di Bali saat ini berada di kisaran 11–12 hari. Pemerintah akan meningkatkan ketahanan stok untuk mengantisipasi gangguan pasokan.
Sebelumnya, kelangkaan BBM, terutama Pertalite, sempat membuat warga di Denpasar, Badung, dan Tabanan kesulitan mendapatkan bahan bakar. Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU.
Pemerintah bersama Pertamina kemudian menerapkan langkah darurat, termasuk pembatasan pembelian BBM berdasarkan pelat nomor ganjil-genap serta pengoperasian puluhan SPBU selama 24 jam sejak Sabtu (17/10/2026).
Menurut Bahlil, gangguan pasokan dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali. Kondisi itu sempat mengurangi ketahanan stok sekitar tiga hingga empat hari.
Untuk memperlancar distribusi, pemerintah meminta Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM dari tiga menjadi tujuh unit.
Pasokan Bali ditopang dua fasilitas penyimpanan utama, yakni Integrated Terminal Manggis di Karangasem dan Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar.
Sementara itu, cadangan BBM nasional dipastikan masih aman. Stok Pertalite RON 90 disebut berada di atas 16–18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya rata-rata di atas 20 hari.
Pemerintah kini memprioritaskan kelancaran distribusi antardaerah agar keterlambatan pengiriman tidak kembali memicu kelangkaan. (*)
Editor: Syahrir Rasyid