Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Siap Mengaspal, Bus Hidrogen-Diesel Dual Fuel Diperkenalkan di Ajang GHES 2026
Advertisement . Scroll to see content

Benarkah Mobil Listrik Harus Dipanaskan? Berikut Faktanya

Senin, 26 Oktober 2026 | 19:22 WIB
  • author Niken Wulandari
Benarkah Mobil Listrik Harus Dipanaskan? Berikut Faktanya
Apakah mobil listrik perlu dipanaskan seperti mobil kenvensional? Ini pertanyaan selalu dilontarkan calon konsumen. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Mobil listrik tidak perlu dipanaskan seperti mobil berbahan bakar bensin sebelum digunakan. Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar performa baterai dan efisiensi kendaraan tetap optimal.

Kebiasaan memanaskan mobil sebelum berkendara masih dilakukan sebagian pengemudi, terutama mereka yang baru beralih dari mobil konvensional ke kendaraan listrik.

Pada mobil bermesin pembakaran internal, oli bersirkulasi untuk melumasi komponen yang bergerak saat mesin dinyalakan. Namun, mobil bensin modern umumnya tidak perlu didiamkan terlalu lama sebelum digunakan.

Energi dari Baterai

Berbeda dengan mobil bensin, mobil listrik menggunakan motor listrik yang memperoleh energi dari baterai. Kendaraan ini juga memiliki lebih sedikit komponen bergerak sehingga kebutuhan pelumasannya jauh lebih rendah.

Mobil listrik umumnya dilengkapi sistem manajemen baterai (battery management system/BMS) untuk memantau kondisi baterai. Pada model tertentu, sistem ini juga mengatur suhu baterai secara otomatis.

 Suhu Baterai Tetap Penting

Suhu lingkungan tetap memengaruhi kinerja baterai mobil listrik. Cuaca dingin ekstrem dapat mengurangi efisiensi baterai dan memperlambat pengisian daya.

Karena itu, sejumlah mobil listrik dilengkapi fitur pre-conditioning untuk menyiapkan suhu kabin dan, pada kendaraan yang mendukungnya, suhu baterai sebelum perjalanan.

Mengutip AutoTrader, fitur ini membantu menjaga efisiensi, performa pengisian daya, dan jarak tempuh. Jika diaktifkan saat kendaraan masih terhubung ke pengisi daya, energi untuk proses tersebut dapat berasal dari sumber listrik eksternal sehingga mengurangi pemakaian daya baterai untuk perjalanan.

Dengan demikian, mobil listrik murni umumnya dapat langsung digunakan setelah dinyalakan dan sistem kendaraan menyatakan siap berjalan. Pengemudi cukup memastikan kondisi aman serta mengikuti petunjuk penggunaan dari pabrikan. (*)

 

 

 

 

 

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut