Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Jessy Dirikan Sahabat MS: Membantu Publik Pahami Penyakit yang Tak Terlihat
Advertisement . Scroll to see content

Siloam Hospitals TB Simatupang Raih Pencapaian Tertinggi untuk Layanan Neurologi di Tingkat Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Siloam Hospitals TB Simatupang Raih Pencapaian Tertinggi untuk Layanan Neurologi di Tingkat Nasional
Siloam Hospitals TB Simatupang kembali meraih pengakuan atas layanan stroke di tingkat internasional dan layanan saraf secara keseluruhan di tingkat nasional. Foto: ist

JAKARTA, iNewsSerpong.id - Siloam Hospitals TB Simatupang kembali meraih pengakuan atas layanan stroke di tingkat internasional dan layanan saraf secara keseluruhan di tingkat nasional.

Rumah sakit ini menjadi satu-satunya rumah sakit umum swasta di Jakarta yang meraih Diamond Excellence Award untuk Layanan Saraf dalam Pemeringkatan Rumah Sakit Tingkat Nasional 2026 dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).

Di tingkat internasional, Siloam Hospitals TB Simatupang juga kembali memperoleh Diamond Status ANGELS Awards dari World Stroke Organization (WSO) untuk periode Q3 2025–Q2 2026, sekaligus menandai pencapaian Diamond ke-12 sejak tahun 2022.

Bertepatan dengan peringatan World Stroke Day, kedua penghargaan ini semakin memperkuat posisi Siloam Hospitals TB Simatupang sebagai Stroke Ready Hospital, yang mampu menghadirkan layanan penanganan stroke yang cepat, terintegrasi, dan berstandar internasional guna meningkatkan keselamatan serta kualitas hidup pasien.  

Di antara penyakit tidak menular, stroke merupakan penyebab kematian kedua terbesar dan penyebab gabungan kematian serta kecacatan ketiga di dunia.

Pada periode 1990 hingga 2021, beban stroke (berdasarkan jumlah kasus absolut) meningkat secara signifikan, dengan peningkatan sebesar 70% pada kasus stroke baru, 44% pada kematian akibat stroke, 86% pada jumlah kasus stroke yang ada, serta 32% pada Disability-Adjusted Life Years (DALYs), yaitu tahun kehidupan sehat yang hilang akibat kematian dini dan kecacatan. Faktor risiko metabolik berkontribusi sekitar 69,0% terhadap beban stroke, faktor risiko lingkungan 37,0%, dan faktor risiko perilaku 35,0%.

 Kontribusi tersebut dapat tumpang tindih dan tidak dapat dijumlahkan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2024), di Indonesia, stroke menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian, yakni sebesar 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian.

 Dina Meliana, SpN, DAIFIDN, Spesialis Saraf dari Siloam Hospitals TB Simatupang  menjelaskan bahwa sebagai Stroke Ready Hospital, Siloam Hospitals TB Simatupang  telah menerapkan sistem penanganan stroke terintegrasi didukung dokter dan perawat terlatih khusus.

“Kami telah mampu memulai trombolisis pada pasien yang memenuhi kriteria dalam waktu kurang dari 60 menit sejak tiba di rumah sakit (door-to-needle time). Pada stroke iskemik, obat trombolitik membantu melarutkan bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah otak untuk mengurangi risiko kecacatan," kata dia.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut