Ramai Buyback Saham, ADRO-UNTR Hingga LPPF, Cek Kinerja Sahamnya!

Melati Kristina - Riset
ADRO-UNTR-LPPF Cs Buyback Saham, Cek Kinerja Sahamnya! (Foto: MNC Media)

PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN)

Emiten yang bergerak di industri investasi, PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), hendak melakukan pembelian kembali atas saham perseroan yang dikeluarkan sebanyak-banyaknya 10 persen dari seluruh modal.

Adapun pada tanggal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yaitu Selasa (5/7/2022), alokasi dana sebanyak-banyaknya sebesar Rp100 miliar.

Kondisi pasar modal yang berfluktuasi dan mempengaruhi harga saham perseroan menjadi dasar pertimbangan dalam melakukan buyback.

“Perseroan memiliki fleksibilitas dan mekanisme untuk menjaga stabilitas harga saham Perseroan, jika harga saham Perseroan tidak mencerminkan nilai atau kinerja Perseroan yang sebenarnya,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Pelaksanaan Pembelian Kembali Saham Perseroan akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 (delapan belas) bulan sejak disetujuinya Pembelian Kembali Saham Perseroan oleh RUSPLB.

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR)

PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengantongi restu dari para pemegang saham untuk melakukan buyback saham. Aksi korporasi ini disetujui melalui RUPSLB pada 16 Juni 2022.

Dalam laporan Perseroan di keterbukaan informasi BEI, dikutip Sabtu (18/6/2022), Investor Relations & Corporate Finance Manager POWR, Ko Rina mengatakan rencana buyback saham dalam jumlah yang setara dengan sebanyak-banyaknya USD10 juta atau setara Rp144,8 miliar dengan menggunakan kurs tengah Rp14.480 per USD mulai 9 Mei 2022.

Pembelian kembali saham emiten sektor energi ini akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujui oleh RUPS.

Kinerja Saham

Lantas, bagaimana dengan kinerja sahamnya?

Dari 8 saham emiten di atas, saham UNTR yang paling melonjak sepekan, naik 5,97% ke Rp28.850/saham. Kenaikan ini berbarengan dengan dimulainya aksi buyback saham UNTR mulai Rabu pekan lalu (13/4).

Sejak awal tahun (ytd), saham emiten kontraktor tambang Grup Astra ini sendiri sudah melonjak 30,25% di tengah commodities boom (terutama batu bara).

Sementara, saham Grup Kresna KREN memiliki kinerja terburuk di antara yang lainnya. Sejak menyentuh level Rp775/saham pada  8 Juni 2018, saham KREN terun dalam tren penurunan.

Penurunan paling signifikan terjadi pada akhir Februari sampai Mei 2020, ketika harga saham KREN terpental jauh dari Rp472/saham ke Rp76/saham.

Saat ini, harga saham KREN nyender  alias tak bergerak di level gocap atawa Rp50/saham. (*)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

 

Editor : A.R Bacho

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network