Inilah Mengapa Rasulullah SAW Sempat Membolehkan Kawin Mut'ah

Miftah H. Yusufpati
Rahasia dibolehkannya kawin mutah ialah karena masyarakat Islam waktu itu masih dalam suatu perjalanan yang kita istilahkan dengan masa transisi dari jahiliah kepada Islam. Foto/Ilustrasi: Ist

Rahasia dibolehkannya kawin mutah ialah karena masyarakat Islam waktu itu masih dalam suatu perjalanan yang kita istilahkan dengan masa transisi dari jahiliah kepada Islam. Foto/Ilustrasi: Ist

Kawin mut'ah adalah ikatan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam batas waktu tertentu dengan upah tertentu pula. Kawin mut'ah bisa juga disebut kawin kontrak dengan batas waktu dengan nilai mahar sesuai kesepakatan.

Syaikh Yusuf Al-Qardhawi dalam bukunya berjudul " Halal dan Haram dalam Islam " menyebutkan bahwa kawin mut'ah pernah diperkenankan oleh Rasulullah SAW sebelum stabilnya syariah Islamiah. Kala itu Rasulullah SAW membolehkan kawin mut'ah ketika dalam bepergian dan peperangan. "Hanya saja setelah kondisi stabil kawin jenis ini kemudian diharamkannya untuk selama-lamanya," ujar Al-Qardhawi.Rahasia dibolehkannya kawin mut'ah waktu itu, kata Al-Qardhawi, ialah karena masyarakat Islam waktu itu masih dalam suatu perjalanan yang kita istilahkan dengan masa transisi, masa peralihan dari jahiliah kepada Islam.

Sedangkan perzinaan di masa jahiliah merupakan satu hal yang biasa dan tersebar di mana-mana. Maka setelah Islam datang dan menyerukan kepada pengikutnya untuk pergi berperang, dan jauhnya mereka dari isteri merupakan suatu penderitaan yang cukup berat.

Sebagian mereka ada yang imannya kuat dan ada pula yang lemah. Yang imannya lemah, akan mudah untuk berbuat zina sebagai suatu perbuatan yang keji dan cara yang tidak baik.

Sedang bagi mereka yang kuat imannya berkeinginan untuk kebiri dan mengimpotenkan kemaluannya, seperti apa yang dikatakan oleh Ibnu Mas'ud:

"Kami pernah berperang bersama Rasulullah SAW sedang isteri-isteri kami tidak turut serta bersama kami, kemudian kami bertanya kepada Rasulullah, apakah boleh kami berkebiri? Maka Rasulullah SAW melarang kami berbuat demikian dan memberikan rukhshah supaya kami kawin dengan perempuan dengan maskawin baju untuk satu waktu tertentu." (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, Al-Qardhawi mengatakan, maka dibolehkannya kawin mut'ah adalah sebagai suatu jalan untuk mengatasi problema yang dihadapi oleh kedua golongan tersebut dan merupakan jenjang menuju diundangkannya hukum perkawinan yang sempurna, di mana dengan hukum tersebut akan tercapailah seluruh tujuan perkawinan seperti: terpeliharanya diri, ketenangan jiwa, berlangsungnya keturunan, kecintaan, kasih-sayang dan luasnya daerah pergaulan kekeluargaan karena perkawinan itu.

Menurut al-Qardhawi, sebagaimana Al-Qur'an telah mengharamkan arak dan riba dengan bertahap, di mana kedua hal tersebut telah terbiasa dan tersebar luas di zaman jahiliah, maka begitu juga halnya dalam masalah haramnya kemaluan, Rasulullah tempuh dengan jalan bertahap juga. "Misalnya tentang mut'ah, dibolehkannya ketika terpaksa, setelah itu diharamkannya," ujarnya.Haram Selama-lamanya

Seperti apa yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib dan beberapa sahabat yang lain, antara lain sebagai berikut:

"Dari Saburah al-Juhani, sesungguhnya ia pernah berperang bersama Nabi SAW dalam peperangan fathu Makkah, kemudian Nabi memberikan izin kepada mereka untuk kawin mut'ah. Katanya: Kemudian ia (Saburah) tidak pernah keluar sehingga Rasulullah SAW mengharamkan kawin mut'ah itu." (HR Muslim)

Dalam satu riwayat dikatakan: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkannya sampai hari kiamat." (Riwayat Muslim)

Tetapi apakah haramnya mut'ah ini berlaku untuk selama-lamanya seperti halnya kawin dengan ibu dan anak, ataukah seperti haramnya bangkai, darah dan babi yang dibolehkan ketika dalam keadaan terpaksa dan takut berbuat dosa?

Menurut pendapat kebanyakan sahabat, bahwa haramnya mut'ah itu berlaku selama-lamanya, tidak ada sedikitpun rukhshah, sesudah hukum tersebut diundangkan.

Tetapi Ibnu Abbas berpendapat lain, ia berpendapat boleh ketika terpaksa, yaitu seperti tersebut di bawah ini:

"Ada seorang yang bertanya kepadanya tentang kawin mut'ah, kemudian dia membolehkannya. Lantas seorang bekas hambanya bertanya: Apakah yang demikian itu dalam keadaan terpaksa dan karena sedikitnya jumlah wanita atau yang seperti itu? Ibnu Abbas menjawab: Ya!" (HR Bukhari)

Kemudian setelah Ibnu Abbas menyaksikan sendiri, bahwa banyak orang-orang yang mempermudah persoalan ini dan tidak membatasi dalam situasi yang terpaksa, maka ia hentikan fatwanya itu dan ditarik kembali, demikian diriwayatkan Baihaqi dalam Zadul Ma'ad. (*)



Editor : Syahrir Rasyid

Sebelumnya
Halaman : 1 2
Tampilkan Semua

TAG :
Rasulullah SAW kawin mutah islam
Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Artikel Terkait

HIKMAH JUMAT : Tauhid, Konsep Sentral dalam Islam

Artis Ini Dapatkan Hidayah Allah di Bulan Ramadhan, Mantap Mualaf Peluk Islam

HIKMAH JUMAT : Islam Adalah Kasih Sayang

Lawan Israel, Erdogan Serukan Dunia Islam Bentuk Aliansi

Lebih Bermakna, 40 Ucapan Sambut Malam Lailatul Qadar

BERITA POPULER +
News Update

Wujudkan Tata Kelola Dana Umat yang Akuntabel, Program Kemaslahatan BPKH Diaudit oleh BPK RI

Selasa, 07 April 2026 | 11:07 WIB | News

Akhirnya Lega, Menkeu Purbaya: BBM Subsidi Tak Naik Hingga Akhir 2026, Benarkah Negara Masih Kuat?

Selasa, 07 April 2026 | 06:16 WIB | Ekonomi

Bahas Hunian Warga Pinggir Rel, Prabowo Panggil Menteri Perumahan hingga Direktur Utama KAI

Senin, 06 April 2026 | 22:02 WIB | Properti

Hujan Badai di Gading Serpong, Kapolres Tangsel: Anggota Sudah Turun ke Lapangan

Senin, 06 April 2026 | 09:45 WIB | Serpong City

El Rumi dan Syifa Hadju Prewedding dengan Adat Gorontalo

Minggu, 05 April 2026 | 15:17 WIB | Lifestyle

Restorasi Hutan Bakau Jadi Bukti 5 Tahun Perusahaan Ini Fokus Terhadap Lingkungan Alam

Sabtu, 04 April 2026 | 20:29 WIB | News

Rudal Iran Kembali Lumpuhkan Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS

Jum'at, 03 April 2026 | 21:35 WIB | News

Bahas Kondisi Tanah Air, Wapres Gibran dan Seskab Teddy Diskusi 1,5 Jam

Jum'at, 03 April 2026 | 18:08 WIB | News

Pemkab Tangerang Siapkan Langkah Efisiensi Listrik dan BBM Antisipasi Krisis Energi Global

Jum'at, 03 April 2026 | 14:53 WIB | Tangerang Raya

800 Hunian Bakal Dibangun Pemerintah untuk Warga Bantaran Rel di Senen dan Tanah Abang

Jum'at, 03 April 2026 | 06:58 WIB | Properti

Sebelum Negosiasi Damai, Israel Desak AS Lancarkan Serangan Darat ke Iran

Kamis, 02 April 2026 | 08:40 WIB | News

HIKMAH JUMAT : Manusia Unggul Lulusan Ramadhan: Antara Euforia dan Transformasi Nyata

Kamis, 02 April 2026 | 05:04 WIB | Lifestyle

Gus Yaqut Bisa Tahanan Rumah, Kuasa Hukum Rudi Ong Sesalkan Penanganan Tahanan Lain di Rutan KPK

Rabu, 01 April 2026 | 11:50 WIB | News

Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Bosnia Lolos Dramatis via Penalti

Rabu, 01 April 2026 | 09:35 WIB | Sport

Pabrik Kimia Terbesar Israel Terbakar Hebat Setelah Dibombardir Iran

Rabu, 01 April 2026 | 08:20 WIB | News
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network