JAKARTA,iNewsSerpong.id - Kementerian BUMN meminta agar
Pada September tahun lalu, PLN mencatat akan mengamankan batubara dalam jangka panjang dari emiten pertambangan pelat merah tersebut. Langkah itu untuk menjamin keandalan listrik nasional dan mengatasi fluktuasi harga komoditas.
Hanya saja, kekhawatiran terjadinya kelangkaan atau krisis batubara benar-benar terjadi. Erick menilai, situasi saat ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memetakan garis besar energi terbarukan kedepannya.
Menurutnya, Kementerian ESDM telah meluncurkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) energi baru terbarukan yang harus diikuti oleh semua pihak.
Erick juga mengaku telah menghubungi direksi PT Pertamina (Persero), PTBA, dan PLN untuk memastikan adanya kerja sama yang berkesinambungan dalam mengatasi kelangkaan sumber daya tersebut. Rencananya, hari ini akan dilakukan rapat lanjutan antara pemerintah dan direksi ketiga BUMN tersebut.
"Jadi besok (Rabu) kita akan putuskan beberapa rapat lagi secara virtual, karena kebetulan saya mengertilah kalau lagi lockdown (PLN) karena Covid tidak bisa diapa-apain, tetapi tujuan kita juga baik bahwa saya dan Pak Arifin turun ingin melihat data secara detail shippingnya, logistiknya itu letaknya dimana, kebutuhannya berapa," ungkapnya.(*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
