Suami Bagi Kisah Penyebab Kanker Payudara yang Diderita Mpok Alpa

Ravie Wardhani
Aji Darmaji, suami Mpok Alpa, mengungkapkan bahwa penyakit yang diderita sang istri muncul karena faktor genetik dari ibunya. (Foto: Instagram Mpok Alpa)

JAKARTA, iNewsSerpong.id – Kepergian Mpok Alpa yang bernama asli Nina Carolina, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.

Presenter sekaligus komedian ini meninggal dunia setelah berjuang melawan kanker payudara pada Jumat (15/8/2025).

Suami Mpok Alpa, Aji Darmaji, mengungkapkan bahwa penyakit yang diderita istrinya disebabkan oleh faktor genetik dari ibunya.

Mpok Alpa Selalu Jaga Pola Makan Sehat

"Oh iya, almarhumah ini divonis genetik dari ibunya. Cuma mungkin enggak ganas, enggak aktif. Keponakan juga sama, empat kali operasi, enggak aktif. Abangnya juga sama, cuma enggak aktif. Memang genetik," ujar Aji Darmaji di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Aji menjelaskan bahwa selama hidupnya, Mpok Alpa selalu menjaga pola makan sehat dan sangat selektif dalam memilih makanan.

"Gaya hidup dan makanan enggak sembarangan juga. Dia jarang makan, hanya makan secukupnya. Kalau makan banyak, itu cepat ‘mekar’, jadi dia pilih-pilih makanan. Air es juga enggak dia minum," kata Aji.

"Kalau minum, dia lebih memilih yang pH seimbang. Makanan dia teratur sehat, enggak sembarangan. Paling jengkol, itu nomor satu."

Aji juga mengungkapkan nasib anak kembarnya yang kini harus tumbuh tanpa sosok sang ibu. Kesedihannya semakin mendalam saat mengingat jasa Mpok Alpa sebagai seorang ibu.

Raffa dan Raffi ada yang Awasin

"Dalam hati enggak tega, ya Allah, masih kecil emaknya enggak ada. Ibu itu merawat 10 anak hebat, tetapi bapak merawat itu susah. Saya berdoa semoga bisa merawat mereka. Emaknya almarhumah memang hebat, dia bisa ngawasin anak. Raffa dan Raffi ada yang awasin juga (baby sitter), tetapi dia tetap ngawasin," jelas Aji Darmaji.

Aji mengungkapkan bahwa Raffa dan Raffi sempat rewel pada hari meninggalnya sang bunda. Untuk menenangkan anak-anaknya, Aji mengikuti saran orang tua dengan menempelkan pakaian terakhir sang istri ke anak-anak mereka, karena dianggap bisa memberikan ketenangan.

"Kalau orang dulu bilang, ‘Mana pakaian emaknya? Tempelin tuh!’ Beneran, anak-anak berhenti nangis," kata Aji.

Kesehatan anak-anak Mpok Alpa juga sempat menurun, mereka mengalami diare dan harus dibawa ke rumah sakit. "Begitu nangis, ternyata diare. Sekarang sudah dibawa ke rumah sakit,” ujarnya. (*)

 

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network