TANGERANG, iNewsSerpong.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menyiapkan anggaran sebesar Rp1,6 triliun pada tahun 2026 untuk menekan angka kemiskinan ekstrem.
Langkah ini diambil menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat sebanyak 265.090 warga Kabupaten Tangerang masuk kategori miskin ekstrem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengatakan anggaran dialokasikan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), mulai dari Dinas Koperasi, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga perangkat kecamatan.
Fasilitas Bus Sekolah Gratis
“Program pengentasan kemiskinan tidak hanya berupa bantuan langsung seperti bansos, tetapi juga pengurangan beban pengeluaran masyarakat. Salah satunya melalui fasilitas bus sekolah gratis,” ujar Soma, Selasa (23/12/2025).
Menurut Soma, tingginya jumlah warga miskin ekstrem mendorong Pemkab Tangerang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas program yang telah berjalan.
Evaluasi dilakukan agar seluruh program tepat sasaran dan tepat waktu.
Pelaksanaan program akan dibagi dalam tiga tahap, masing-masing berdurasi tiga bulan, sesuai arahan pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi belanja daerah.
Sasaran utama program ini adalah keluarga desil 1 dengan pendapatan di bawah Rp650 ribu per bulan.
Penciptaan Lapangan Kerja
Soma menegaskan, kelompok ini membutuhkan intervensi lintas sektor yang terintegrasi, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga penciptaan lapangan kerja.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi menyebut pihaknya menanggung pembiayaan BPJS dan Jamkesda bagi sekitar 771.000 warga tidak mampu.
Di sektor pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan Dadan Gandana mengatakan anggaran subsidi dan beasiswa disiapkan bagi ribuan siswa dan mahasiswa guna memutus mata rantai kemiskinan. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
