JAKARTA, iNewsSerpong.id -- Nicolas Maduro kembali mengguncang perhatian dunia.
Presiden Venezuela itu dilaporkan ditangkap militer Amerika Serikat (AS) dalam operasi besar-besaran yang melumpuhkan Ibu Kota Karakas, Sabtu (3/1/2026).
Penangkapan ini menutup perjalanan politik panjang seorang tokoh yang dulu hanya dikenal sebagai sopir bus, namun berakhir sebagai presiden paling kontroversial di Amerika Latin.
Pasukan Elite Antiteror
Operasi militer AS disebut melibatkan pasukan elite antiteror. Selain Maduro, Ibu Negara Cilia Flores juga diamankan dan keduanya diterbangkan ke New York untuk jalani proses hukum atas dakwaan kejahatan narkoba dan senjata.
Maduro lahir di Karakas pada 23 November 1962. Sebelum masuk lingkar kekuasaan, ia adalah sopir bus dan aktivis serikat pekerja.
Namanya melesat setelah bergabung dengan Revolusi Bolivarian yang dipimpin Hugo Chavez.
Loyalitas tanpa syarat membuat Maduro dipercaya menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari anggota parlemen, Menteri Luar Negeri, hingga Wakil Presiden.
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
