JAKARTA, iNewsSerpong.id – Musim hujan ekstrem kembali menghantui sejumlah wilayah di Indonesia.
Banjir pun menjadi ancaman nyata, bukan hanya bagi warga, tetapi juga bagi pemilik mobil listrik atau electric vehicle (EV).
Meski kerap disebut lebih aman dari risiko korsleting, bukan berarti mobil listrik kebal terhadap air.
Standar Kedap Air Tinggi
Mengacu pada National Roads and Motorists' Association (NRMA) Australia, sistem kelistrikan dan baterai EV memang dirancang dengan segel kuat dan standar kedap air tinggi.
Namun, ada batas aman yang tak boleh disepelekan. Salah langkah, risikonya bisa fatal—mulai dari kerusakan baterai hingga potensi kebakaran.
Pertama, pemilik EV disarankan sebisa mungkin menghindari genangan banjir. Air setinggi 30 sentimeter saja dapat membuat mobil mengapung dan kehilangan kendali, apalagi jika disertai arus deras.
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
