JAKARTA, iNewsSerpong.id -- Keserentakan Lebaran kembali terjadi antara Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura kompak menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Momen langka ini langsung menyita perhatian publik, karena menunjukkan soliditas yang jarang terjadi dalam penentuan hari besar umat Islam.
Pengumuman resmi disampaikan Kementerian Agama usai sidang isbat yang mengacu pada hasil hisab dan rukyat. Meski sempat memunculkan spekulasi perbedaan, fakta di lapangan berkata lain.
Seluruh Titik Pemantauan
Hilal dinyatakan tidak terlihat di seluruh titik pemantauan, memaksa penetapan dilakukan melalui metode istikmal atau penyempurnaan bulan Ramadan menjadi 30 hari.
Kesamaan ini bukan kebetulan. Empat negara anggota MABIMS menggunakan kriteria visibilitas hilal yang sama, dengan parameter ketat terkait tinggi dan elongasi bulan.
Hasilnya? Satu keputusan, satu hari raya.
Persatuan Umat Islam di Kawasan
Di tengah perbedaan yang kerap muncul tiap tahun, publik justru melihat ini sebagai angin segar.
Banyak yang menilai keserentakan ini sebagai simbol kuat persatuan umat Islam di kawasan.
Tak hanya soal tanggal, keputusan ini juga menegaskan bahwa metode ilmiah dan kesepakatan regional mampu meredam potensi perbedaan.
Lebaran kali ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga pesan tegas: persatuan itu mungkin, jika ada kesepahaman. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
