ANKARA, iNewsSerpong.id – Ketegangan di Timur Tengah kian memanas. Negara-negara Arab akhirnya mengeluarkan peringatan keras, bahkan disebut sebagai ultimatum terakhir kepada Iran.
Peringatan keras itu setelah rentetan serangan rudal mengguncang kawasan Teluk, Irak, hingga Yordania sejak pecahnya konflik pada 28 Februari lalu.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkapkan bahwa negara-negara Teluk kini berada dalam tekanan luar biasa.
Tidak Terlibat Dalam Perang
Serangan yang terus meningkat membuat mereka geram sekaligus bingung. “Mereka mempertanyakan, mengapa Iran menargetkan wilayah yang tidak terlibat dalam perang ini,” tegas Fidan dalam wawancara dengan TRT Haber, Minggu (22/3/2026).
Situasi ini bukan sekadar ancaman biasa. Dalam pertemuan panas di Riyadh bersama 11 negara, termasuk Arab Saudi, UEA, Qatar, hingga Yordania, suara perlawanan mulai menguat.
Kesabaran Mulai Habis
Negara-negara tersebut sebelumnya sudah menegaskan tidak akan membiarkan wilayah udara dan pangkalan mereka digunakan untuk menyerang Iran.
Namun kini, kesabaran mulai habis. Jika serangan terus berlanjut, balasan militer bukan lagi sekadar opsi—melainkan keniscayaan.
Turki pun angkat bicara. Fidan memperingatkan risiko perang besar yang bisa menyeret seluruh kawasan.
Meski demikian, Ankara masih mendorong jalur diplomasi sebelum konflik berubah menjadi bencana regional berkepanjangan.
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
