Transformasi Sawit Rakyat: Dari Pengelolaan Tradisional ke Skala Industri

Vitrianda
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani (kanan) dan Pengurus Rumah Sawit Indonesia (RSI) Yunita Sidauruk (kiri) memperlihatkan nota kesepahaman (MoU). Foto: Ist

JAKARTA, iNewsSerpong.id - Kolaborasi besar kini terjalin untuk mempercepat peremajaan sawit rakyat (PSR) demi mengerek produktivitas kebun petani swadaya agar mampu bersaing di level industri.

Langkah ini diambil sebagai respons atas ketimpangan hasil panen, di mana perkebunan rakyat saat ini baru menghasilkan rata-rata 2,6 ton CPO per hektar per tahun. Angka tersebut tertinggal jauh dibandingkan perkebunan swasta yang mencapai 3,4 ton, maupun lahan BUMN yang sudah menyentuh 4,8 ton.

Mengingat 42% lahan sawit nasional dikelola oleh masyarakat, rendahnya produktivitas ini berdampak langsung pada output nasional. Melalui forum diskusi di Jakarta pada Senin (27/4/2026), ditekankan bahwa penguatan kapasitas petani adalah kunci utama.

Fokusnya bukan sekadar menanam, melainkan membawa petani masuk ke ekosistem industri yang lebih profesional dan berdaya saing tinggi.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network