AKLI Usulkan Formula Baru Pengadaan Material untuk Mengakselerasi Proyek Kelistrikan

Vitrianda Hilba Siregar
Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam mempercepat pembangunan. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsSerpong.id — Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) menyatakan dukungan penuh terhadap program pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan pengembangan sektor energi listrik nasional.

Dukungan ini mencakup berbagai program strategis, mulai dari peningkatan rasio elektrifikasi nasional, pembangunan jaringan distribusi, gardu induk, penguatan sistem transmisi, hingga pemerataan akses energi ke daerah terpencil dan kawasan industri baru.

Ketua Umum AKLI, Puji Muhardi, menegaskan bahwa langkah pemerintah memperkuat sektor ketenagalistrikan merupakan kebijakan yang sangat strategis. Menurutnya, proyek ini tidak hanya penting untuk menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi motor penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi, investasi, serta daya saing industri di tanah air.

Sebagai organisasi yang menaungi para kontraktor listrik dan mekanikal, AKLI berkomitmen untuk terus menyukseskan agenda strategis pemerintah dan PT PLN (Persero). Puji menilai infrastruktur kelistrikan memiliki peran vital dalam mendukung agenda besar seperti industrialisasi, hilirisasi, dan pengembangan kawasan ekonomi.

Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara pemerintah, PLN, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi kunci utama agar seluruh proyek dapat berjalan efektif dan selesai tepat waktu.

Namun, di balik komitmen dukungan tersebut, AKLI menjelaskan banyak kontraktor yang kesulitan menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal kontrak akibat material utama yang belum siap.

Sebagai solusi, AKLI mengusulkan perubahan pola dengan memberikan fleksibilitas kepada kontraktor untuk melakukan pengadaan langsung terhadap material tertentu sesuai kebutuhan di lapangan. Skema ini diyakini dapat mempercepat progres kerja, meningkatkan efisiensi operasional, dan meminimalisir keterlambatan.

AKLI menjamin bahwa fleksibilitas ini tidak akan mengurangi prinsip transparansi dan akuntabilitas, asalkan pengawasan tetap mengacu pada standar ketat PLN. Mekanisme baru ini justru dinilai akan menciptakan sistem kerja yang lebih adaptif dalam merespons kebutuhan proyek strategis berkecepatan tinggi.

Puji pun berharap pemerintah dan PLN bersedia membuka ruang dialog yang lebih intensif guna merumuskan kebijakan pengadaan yang lebih efisien demi masa depan kelistrikan Indonesia yang lebih optimal.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network