JAKARTA, iNewsSerpong.id – Deputi Bidang Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) Kemendukbangga/BKKBN, Wahidin, mengingatkan pentingnya peran suami dalam mendampingi istri selama masa kehamilan.
Menurutnya, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) verbal terhadap ibu hamil dapat memengaruhi kondisi psikologis bayi yang masih berada di dalam kandungan.
Bentakan atau amarah yang ditujukan kepada istri yang sedang hamil terbukti memberikan dampak buruk pada janin.
Keterlibatan Suami Sejak Awal
Hal tersebut menjadi salah satu alasan BKKBN menggagas program "Ayah Idaman". Program ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan suami sejak awal masa kehamilan hingga setelah persalinan.
Wahidin menjelaskan bahwa masa trimester pertama merupakan periode yang sangat sensitif bagi ibu hamil.
Butuh Dukungan Penuh
Pada fase tersebut, perempuan mengalami berbagai perubahan fisik maupun emosional, sehingga sangat membutuhkan dukungan penuh dari pasangan.
"Ketika trimester satu, ngidam itu secara psikologis... banyak riset menunjukkan bahwa ini memang butuh peran laki-laki untuk kemudian mengayomi," ujarnya dalam sesi webinar, Selasa (30/6/2026).
Dia menambahkan, kurangnya edukasi kepada suami sering kali membuat mereka tidak memahami perubahan emosi yang dialami istri saat hamil muda.
Akibatnya, tidak sedikit ibu hamil yang justru mengalami tekanan psikologis di rumah akibat kurangnya keharmonisan dan pengertian dari sang suami. (*)
Editor : Syahrir Rasyid
Artikel Terkait
