Disalahgunakan, Obat Alergi Cetirizine Dipakai untuk Mengencangkan Miss V

Muhammad Sukardi
Obat Cetirizine disalahgunakan untuk kencangkan Miss V. (Foto/Ilustrasi: Ist)

NAIROBI, iNewsSerpong.id – Tren penyalahgunaan obat alergi cetirizine untuk mengencangkan Miss V tengah menjadi sorotan di Kenya.

Obat yang seharusnya digunakan untuk meredakan alergi itu ramai dikonsumsi karena diklaim dapat membuat vagina lebih kering dan terasa lebih rapat saat berhubungan intim.

Fenomena ini memicu kekhawatiran otoritas kesehatan dan tenaga medis. Sebab, cetirizine bukan obat yang dirancang untuk mengencangkan atau mengubah struktur organ reproduksi perempuan.

Tren Penggunaan Cetirizine

Bahkan, beredar praktik penggunaan yang tidak semestinya, termasuk memasukkan tablet cetirizine langsung ke dalam vagina.

Pharmacy and Poisons Board (PPB), regulator obat-obatan Kenya, mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti tren tersebut. Peringatan serupa juga disampaikan Pharmaceutical Society of Kenya (PSK).

Cetirizine merupakan obat antihistamin yang berfungsi menghambat histamin, zat pemicu reaksi alergi. Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi bersin, hidung meler, mata berair, gatal-gatal, hingga biduran.

Salah satu efek samping cetirizine adalah menyebabkan mulut dan selaput lendir terasa kering. Efek inilah yang diduga memunculkan anggapan bahwa obat tersebut bisa membuat Miss V lebih rapat.

Tak Ubah Struktur Anatomi

Padahal, vagina kering tidak sama dengan vagina kencang. Berkurangnya cairan pelumas tidak membuat otot vagina menguat ataupun mengubah struktur anatominya.

Memasukkan tablet cetirizine ke dalam vagina juga berisiko menimbulkan iritasi, rasa terbakar, nyeri, hingga mengganggu keseimbangan alami vagina. Sementara konsumsi berlebihan dapat menyebabkan kantuk, pusing, dan kelelahan.

Penyalahgunaan ini bahkan dikhawatirkan mengganggu ketersediaan cetirizine bagi pasien yang benar-benar membutuhkan obat tersebut untuk mengatasi alergi.

Masyarakat pun diimbau tidak mudah mengikuti tren kesehatan di media sosial. Penggunaan obat harus sesuai indikasi, dosis, dan petunjuk tenaga kesehatan. (*)

 

 

 

Editor : Syahrir Rasyid

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network