get app
inews
Aa Read Next : Suhu Tertinggi 52 Derajat Celsius di Thailand, Gelombang Panas Landa ASEAN

El Nino Diprediksi Sampai Februari 2024, Dampaknya dari Pertanian Hingga Perdagangan

Kamis, 02 November 2023 | 08:59 WIB
header img
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati. (Foto: MPI)

JAKARTA, iNews.Serpong.id - Fenomena El Nino diprediksi masih akan bertahan hingga Februari 2024. Dampak tidak hanya sektor pertanian, tetapi juga sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan. 

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengingatkan dampak lanjutan dari kombinasi El Nino dan IOD positif yang menjadi pemicu kekeringan di Indonesia. Dampak lanjutan tersebut memengaruhi sejumlah sektor. Karenanya, pemerintah di seluruh level diharapkan segera mengambil langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dampak negatif yang terjadi.  

“Hingga Oktober dasarian II, 2023, El Nino moderate (+1.719)  dan IOD positif (+2.014) masih bertahan. BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El-Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023-Januari-Februari 2024, sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023,” ujarnya Dwikorita dalam keterangan resminya, Kamis (2/11/2023).  

Dampak di sektor pertanian, produksi tanaman pangan terancam mengalami penurunan akibat terganggunya siklus masa tanam, gagal panen, kurangnya ketahanan jenis tanaman atau penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering. Di sektor sumber daya air, situasi ini berakibat pada berkurangnya sumber daya air. 

Selain itu, di sektor perdagangan memicu lonjakan harga bahan pangan. Di sektor kehutanan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Di sektor energi, situasi tersebut menekan jumlah produksi energi yang bersumber dari PLTA. 

“Di sektor ketahanan meningkatkan risiko kesehatan berkaitan dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih untuk dikonsumsi dan kebersihan. Bagi daerah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” katanya. (*)

Editor : Burhan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut