get app
inews
Aa Text
Read Next : Kerja Jadi Senator, Komeng Ungkap Tak Diberi Mobil Dinas  

Pembangunan Pertanian yang Baik Dimulai dari Mengelolah Pestisida Berkelanjtan

Kamis, 29 Januari 2026 | 20:28 WIB
header img
Pertanian yang kuat berawal dari sistem pengelolaan yang bijak, dan kini upaya memperkuat keberlanjutan sektor tersebut semakin nyata.Foto: ist

JAKARTA, iNewsSerpong.id  -Pertanian yang kuat berawal dari sistem pengelolaan yang bijak, dan kini upaya memperkuat keberlanjutan sektor tersebut semakin nyata melalui pengenalan Kerangka Pengelolaan Pestisida Berkelanjutan atau Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF).

Inisiatif nasional ini hadir sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkokoh ketahanan pangan, menyejahterakan kehidupan petani, sekaligus membangun sistem pertanian yang tangguh menghadapi ancaman perubahan iklim.

Dipaparkan dalam sebuah forum di Jakarta, kerangka ini menjadi jembatan bagi transisi pertanian konvensional menuju modern yang membutuhkan kebijakan terukur, berbasis sains, serta kolaborasi erat lintas kementerian dan lembaga.

Sebagai negara agraris, Indonesia saat ini berada di persimpangan tantangan yang kompleks, mulai dari alih fungsi lahan yang masif hingga keterbatasan sumber daya manusia di lapangan.

Dalam situasi tersebut, pengelolaan sarana produksi seperti pestisida harus dilakukan dengan prinsip keamanan dan tanggung jawab penuh demi menjaga kelestarian lingkungan.

Kukuh Ambar Waluyo selaku Head of Crop Protection Research & Development Asia Tenggara & Pakistan Bayer Crop Science sekaligus Chairman CropLife Indonesia menjelaskan bahwa SPMF dirancang untuk membantu pemangku kepentingan dalam menyusun regulasi produk perlindungan tanaman yang komprehensif.

Kukuh menekankan bahwa kehadiran SPMF bertujuan menjadi panduan nasional agar penggunaan produk perlindungan tanaman tetap mampu menjaga produktivitas dan daya saing global tanpa mengabaikan aspek kesehatan manusia.

Menurutnya, pendekatan berbasis risiko dan ilmu pengetahuan adalah kunci utama agar petani dapat beradaptasi dengan teknologi modern secara aman.

Ia meyakini bahwa dengan dukungan teknologi yang tepat, pelatihan yang konsisten, serta regulasi yang jelas, sektor pertanian Indonesia dapat melangkah maju ke arah yang lebih inklusif.

Kerangka SPMF sendiri berdiri kokoh di atas nilai-nilai fundamental seperti keberlanjutan, kemitraan, integritas, tanggung jawab, inovasi, dan teknologi. Seluruh nilai ini kemudian diwujudkan melalui tiga pilar utama yang mencakup adopsi teknologi berbasis risiko, penguatan digitalisasi, hingga praktik lapangan yang bertanggung jawab melalui edukasi berkelanjutan bagi para petani.

Dengan keselarasan antara perlindungan alam dan peningkatan hasil panen, inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan posisi produk pangan nasional di pasar internasional sekaligus menjamin ketersediaan pangan bagi masa depan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut