get app
inews
Aa Text
Read Next : 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Amalan agar Raih Lailatul Qadar

HIKMAH JUMAT : Bulan Sya’ban Bukan Bulan Makan-makan

Jum'at, 30 Januari 2026 | 05:01 WIB
header img
Di berbagai daerah khususnya di Jawa Barat, bulan Sya’ban identik dengan tradisi makan bersama atau munggahan menjelang Ramadhan. (Foto: Ist)

Hadits ini menjadi dalil kuat bahwa Sya’ban adalah bulan latihan serius, bukan bulan bersantai. Bulan yang merupakan kesempatan terakhir bagi kita untuk mempersiapkan diri lebih matang lagi menghadapi bulan suci Ramadhan.

Alih-alih menjadikan Sya’ban sebagai bulan makan-makan, Islam justru mengajarkan beberapa amalan utama yang seharusnya dihidupkan. Memperbanyak puasa sunnah adalah amalan yang paling dianjurkan.

Bagi yang belum terbiasa puasa sunnah, maka cobalah puasa Senin Kamis selama bulan Sya’ban, bagi yang sudah terbiasa mungkin bisa ditambah dengan puasa sunnah ayamul bidh pada tanggal 13, 14, 15 Sya’ban.

Bagi yang sudah terbiasa dengan dua amalan puasa sunnah di atas, mungkin bisa mencoba dengan puasa Nabi Daud. Jika itu pun sudah  biasa dilakukan, maka tidak ada salahnya mencoba puasa setiap hari hingga satu hari sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Selain itu, perbanyaklah istighfar dan taubat di bulan Sya’ban sebagai upaya membersihkan hati dan jiwa dari berbagai dosa, agar ketika Ramadhan datang, dosa kita sudah berkurang.

Para salafus shalih menjadikan bulan Sya’ban sebagai bulan mempersiapkan diri dengan Al-Qur’an agar Ramadhan benar-benar produktif. Tadarus akan berasa nikmat jika sudah terbiasa dan dibiasakan untuk membaca dan mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an.

Dan, jangan lupa bagi siapa saja di antara kita atau keluarga kita yang mempunyai hutang puasa Ramadhan di tahun lalu, maka bulan Sya’ban adalah kesempatan terakhir untuk membayarnya. Jangan ditunda-tunda lagi, karena kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi di hari esok.

Amalan-amalan di atas, adalah amalan-amalan yang jauh lebih utama daripada sekedar menghabiskan bulan Sya’ban dengan kegiatan makan-makan. Karena bulan Sya’ban adalah bulan persiapan, muhasabah, dan peningkatan kualitas ibadah jelang Ramadhan.

Sudah sepatutnya kita mengembalikan makna Sya’ban sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah, agar Ramadhan yang kita masuki bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan menuju takwa yang hakiki.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kita taufik untuk menghidupkan bulan Sya’ban dengan amal terbaik dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan iman dan istiqamah. Aamiin. (*)


Sya’ban sebagai bulan mempersiapkan diri dengan Al-Qur’an agar Ramadhan benar-benar produktif. Tadarus akan berasa nikmat jika sudah terbiasa. (Foto: Ist)

Wallahu a’lam bish-shawab.

 

Editor : Syahrir Rasyid

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut