get app
inews
Aa Text
Read Next : Siap Beroperasi 2027, Tower 3 Mayapada Hospital Bakal Jadi Pusat Onkologi Nuklir

Tak Perlu ke Singapura, Teknologi Navigasi Bedah Canggih Kini Ada di Jakarta.

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:24 WIB
header img
Motivasi utama perjalanan ini sering kali untuk mencari pendapat medis kedua atau second opinion di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Foto: ist

JAKARTA. iNewsSerpong.id - Memasuki tahun 2026, fenomena warga Indonesia yang berobat ke luar negeri masih terus berlanjut dengan angka mencapai dua juta orang setiap tahunnya, terutama mereka yang berasal dari kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.

Motivasi utama perjalanan ini sering kali adalah untuk mencari pendapat medis kedua atau second opinion di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Meskipun dianggap memberikan rasa yakin yang lebih tinggi, perjalanan medis ke mancanegara sebenarnya membawa beban tambahan yang tidak sedikit, mulai dari biaya yang membengkak, jarak tempuh yang melelahkan, hingga tekanan psikologis akibat harus jauh dari dukungan keluarga selama masa perawatan.

Penting untuk dipahami bahwa mencari second opinion bukanlah bentuk ketidakpercayaan kepada dokter, melainkan langkah bijak untuk memastikan keputusan medis yang diambil sudah tepat.

Dengan melakukan evaluasi ulang, pasien bisa mendapatkan penjelasan yang lebih menyeluruh, mengonfirmasi hasil diagnosis, serta meninjau kembali berbagai pilihan pengobatan yang tersedia.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut