Timur Tengah Membara! Rudal Iran Sasar Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Qatar
TEHERAN, iNewsSerpong.id – Timur Tengah benar-benar di ambang eskalasi besar.
Langit kawasan Teluk mencekam setelah Iran meluncurkan serangan rudal balasan yang menyasar sejumlah negara yang diketahui memiliki pangkalan militer Amerika Serikat, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Qatar.
Ledakan dilaporkan terdengar di Riyadh, Arab Saudi, sebagaimana dikutip dari laporan AFP.
Sementara itu, Bahrain disebut menjadi salah satu titik serangan paling serius. Pusat Komunikasi Nasional Bahrain mengonfirmasi bahwa fasilitas yang menjadi pusat layanan Armada ke-5 Angkatan Laut AS menjadi sasaran rudal.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip Kantor Berita Bahrain (BNA), otoritas setempat menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan kerajaan.
Mereka menyebutnya sebagai “serangan pengkhianatan” yang mengancam keamanan nasional serta keselamatan warga dan penduduknya.
Namun, tidak dijelaskan secara rinci pihak mana yang secara resmi dituding berada di balik serangan itu.
Bahrain diketahui menjadi markas Armada ke-5 AS, dengan wilayah operasi meliputi Teluk Persia, Laut Merah, Laut Arab hingga sebagian Samudra Hindia. Hingga kini, belum ada komentar langsung dari militer Amerika Serikat, meskipun sebelumnya Kedutaan Besar AS sempat memperingatkan warganya untuk berlindung di tempat aman menyusul ancaman rudal dan drone di wilayah tersebut.
Di Uni Emirat Arab, Kementerian Pertahanan menyebut negaranya menjadi target serangan rudal balistik Iran. Namun, sistem pertahanan udara UEA diklaim berhasil mencegat sejumlah rudal yang masuk.
Pemerintah UEA menegaskan tetap berada dalam status siaga tertinggi dan terus memantau perkembangan situasi secara intensif.
Sebagai langkah pencegahan, Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) mengumumkan penutupan sebagian wilayah udara sementara waktu.
Kebijakan ini diambil demi menjamin keselamatan penerbangan di tengah dinamika keamanan yang berubah cepat.
Qatar juga melaporkan upaya serangan ke wilayahnya. Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan seluruh rudal yang terdeteksi berhasil dicegat sebelum mencapai target. Mereka menegaskan situasi keamanan tetap stabil dan terkendali.
Rangkaian serangan ini mempertegas bahwa konflik yang memanas tak lagi terbatas pada satu titik.
Dengan keterlibatan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS, dunia kini menatap Timur Tengah dengan kekhawatiran mendalam. Pertanyaannya, apakah ini sekadar unjuk kekuatan atau awal dari konfrontasi regional yang lebih luas? (*)
Editor : Syahrir Rasyid