NH Group Bersama GSI Investasi Senilai Rp 10 Triliun, Bangun Pabrik Truk dan Tongkang Listrik
BANTEN, iNewsSerpong.id - PT Nusantara Halid Group (NH Group) bersama Grand Seleron Indonesia (GSI) benamkan investasi senilai Rp10 triliun untuk proyek besar di Indonesia. Demikian disampaikan manajemen NH Group, Kamis (30/4/2026).
Investasi bernilai jumbo itu, diperuntukkan pembangunan pabrik truk, alat berat, dan tongkang listrik pertama di Indonesia. Pusat produksi akan berdiri di Krakatau Industrial Estate, Cilegon, Banten.
Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, mengatakan proyek ini turut melibatkan produsen baterai asal China, Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, sebagai pemasok utama Battery Energy Storage bagi kendaraan dan alat berat listrik.
Langkah awal investasi ditandai penandatanganan Perjanjian Jual-Beli Lahan Industri (PJLI) seluas 8 hektare, antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dengan PT. Almas Mandiri Anugerah (anak usaha dari GSI), akhir Februari lalu.
Ke depan, area industri itu akan diperluas hingga 50 hektare untuk pabrik truk, alat berat dan tongkang listrik dengan investasi tanah saja sebesar Rp. 1,2 triliun.
Sebagai tindak lanjut, Direktur Utama PT KSI, Dazul beserta Direktur Pemasaran Rachman, dan Manager Pemasaran Yoyok mengunjungi pabrik mobil listrik di Changzhou, China pada 3 April 2026.
Rombongan juga melihat langsung aplikasi pengisian bahan bakar listrik (BBL) untuk truk di Pelabuhan Changzhou, dimana pengisian BBL selama 1 jam dapat membuat truk bekerja selama 12 jam.
Selain itu, NH Group juga dalam proses negosiasi dengan pabrik baja Hunan Iron & Steel Group (HISG) untuk membantu PT Krakatau Steel mengimpor besi baja murni yang akan diolah menjadi bahan baku truk listrik, alat berat dan tongkang.
HISG yang berdiri 1997 dikenal sebagai perusahaan terbesar di Provinsi Hunan. Grup usaha ini memiliki kapasitas produksi baja tahunan sebesar 30 juta ton, dengan 36.000 karyawan tetap. Total aset mencapai 200 miliar yuan dengan pendapatan operasional 240 miliar yuan.
Dan, NH Group telah menandatangani MoU dengan Global Mainstream Dynamic Energy Technology, Ltd. untuk mengembangkan pasar di Indonesia khususnya produk Battery Energy Storage. (*)
Editor: Syahrir Rasyid