Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dua Tahun Pimpin BPOM, Taruna Ikrar Pacu Modernisasi Digital hingga Capaian Berkelas Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Dari Sabang hingga Merauke, Pendampingan PNM Jadi Ruang Tumbuh Usaha Ibu-Ibu Prasejahtera

Jum'at, 15 Mei 2026 | 05:17 WIB
  • author Vitrianda
Dari Sabang hingga Merauke, Pendampingan PNM Jadi Ruang Tumbuh Usaha Ibu-Ibu Prasejahtera
PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Foto: dok

JAKARTA. iNewsSerpong.id - Di balik tumbuhnya jutaan usaha ultra mikro termasuk UMKM di Indonesia, terdapat proses pendampingan panjang yang dilakukan secara langsung hingga ke tingkat akar rumput.

Bagi banyak ibu-ibu prasejahtera, akses terhadap layanan keuangan sebelumnya sering kali terasa jauh, rumit, bahkan menimbulkan rasa takut untuk memulai.

L. Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM mengatakan, namun situasi itu perlahan berubah melalui pendekatan pemberdayaan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). 

Tidak hanya menghadirkan pembiayaan tanpa agunan, PNM juga membangun ruang belajar dan pendampingan intensif  bagi para perempuan prasejahtera agar mampu mengembangkan usaha secara bertahap dan berkelanjutan.

"Pendampingan tersebut dilakukan langsung oleh puluhan ribu Account Officer (AO) PNM yang setiap minggu turun ke lapangan menemui nasabah di teras rumah, balai warga, hingga lingkungan perkampungan. Kehadiran mereka bukan sekadar menyalurkan modal, melainkan mendampingi proses tumbuhnya keberanian, disiplin usaha, hingga kemandirian ekonomi keluarga," kata dia, Kamis 14 Mei 2026.

Melalui pertemuan kelompok rutin, para nasabah mendapatkan kesempatan untuk belajar mengelola usaha, memahami tanggung jawab keuangan, serta membangun kepercayaan diri dalam menjalankan usaha ultra mikro yang menjadi penopang kehidupan keluarga sehari-hari.

Pendekatan ini menjadi bagian dari model pemberdayaan sosial yang dijalankan PNM di berbagai daerah Indonesia. Hingga kini, PNM telah hadir di hampir seluruh provinsi melalui 3.655 kantor layanan yang menjangkau sekitar 22,9 juta pengusaha ultra mikro dari Sabang hingga Merauke.

Skala pendampingan yang luas tersebut memperlihatkan bahwa layanan keuangan bagi masyarakat prasejahtera tidak cukup hanya dilakukan melalui penyaluran modal semata. Dibutuhkan kehadiran langsung di tengah masyarakat agar proses pembiayaan berjalan aman, produktif, dan mampu menciptakan dampak sosial yang nyata.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut