Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sambut Peak Season, J&T Cargo Pastikan Layanan Logistik Jangkau 98% Wilayah Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Masa Depan MotoGP Mandalika di Ujung Tanduk, Perpanjangan Kontrak Masih Menggantung  

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 17:25 WIB
  • author Penulis : Syahrir Rasyid
Masa Depan MotoGP Mandalika di Ujung Tanduk, Perpanjangan Kontrak Masih Menggantung   
Sirkuit Mandalika. Indonesia berpotensi kehilangan menjadi tuan rumah MotoGP jika perpanjangan kontrak dengan pemegang hak komersial, Dorna Sports, tidak segera disepakati. (Foto: Ist)

Penulis : Syahrir Rasyid, Pimred iNews Serpong

SUKSESNYA penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada awal Oktober 2026 menyisakan persoalan besar. Indonesia berpotensi kehilangan kesempatan menjadi tuan rumah ajang balap motor paling bergengsi di dunia jika perpanjangan kontrak dengan pemegang hak komersial MotoGP, Dorna Sports, tidak segera disepakati.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) berharap kontrak tahap kedua dapat segera diperpanjang. Namun, hingga menjelang akhir Oktober 2026, keputusan resmi pemerintah mengenai kelanjutan MotoGP Mandalika belum diumumkan. Padahal, masa penentuan kontrak semakin dekat.

Di sisi lain, Dorna Sports disebut telah menyampaikan keinginan untuk melanjutkan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika hingga 2031. Artinya, keputusan kini bergantung pada kesepakatan pemerintah Indonesia dengan berbagai pihak terkait. Salah satu persoalan penting yang perlu dibahas adalah biaya penyelenggaraan atau hosting fee.

Persoalan ini bukan sekadar mempertahankan status Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga internasional. Pemerintah juga harus memastikan bahwa manfaat ekonomi, pariwisata, dan promosi yang dihasilkan sepadan dengan biaya yang dikeluarkan.

Dari Ambisi Pariwisata hingga Panggung Dunia

Sejak pertama kali menggelar MotoGP pada 2022, Mandalika berkembang menjadi salah satu wajah Indonesia di panggung olahraga internasional. Sirkuit ini tidak hanya menjadi arena persaingan pembalap dunia, tetapi juga bagian dari strategi pemerintah untuk memperkenalkan destinasi wisata baru di luar Bali.

Perjalanan menuju penyelenggaraan MotoGP di Indonesia dimulai sebelum pandemi Covid-19. Melalui Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), pemerintah menandatangani perjanjian promotor dengan Dorna Sports di Madrid, Spanyol, pada 28 Januari 2019. Kesepakatan tersebut menetapkan Mandalika sebagai calon lokasi penyelenggaraan MotoGP dan World Superbike mulai 2021.

Pandemi Covid-19 kemudian mengubah jadwal berbagai ajang olahraga internasional. Indonesia lebih dahulu menggelar World Superbike pada 2021 sebelum MotoGP Mandalika resmi berlangsung pada Maret 2022.

Antara Mandalika dan Sentul

Lantas, mengapa Mandalika dipilih, bukan Sirkuit Sentul yang lebih dahulu dikenal sebagai lokasi berbagai kegiatan balap internasional?

Pemilihan Mandalika berkaitan erat dengan rencana pengembangan kawasan pariwisata terpadu. Mandalika berada di pesisir selatan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), kawasan ini memiliki potensi wisata alam, pantai, perhotelan, rekreasi, hingga investasi properti.

Pantai Kuta Mandalika, Tanjung Aan, Bukit Merese, serta desa-desa wisata di sekitarnya menjadi daya tarik yang dapat dipadukan dengan kegiatan olahraga internasional.

Mandalika juga berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Dengan demikian, pembangunan sirkuit merupakan bagian dari pengembangan kawasan yang lebih luas, bukan semata-mata proyek olahraga.

Kehadiran MotoGP diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat citra Lombok sebagai destinasi internasional, serta mendorong pertumbuhan usaha perhotelan, restoran, transportasi, dan sektor pendukung lainnya.

Untuk menunjang aktivitas tersebut, pemerintah juga mengembangkan akses jalan dari Bandara Internasional Lombok menuju Mandalika, fasilitas bandara, serta infrastruktur pendukung kawasan.

Sirkuit yang dikenal dengan nama keren Pertamina Mandalika International Circuit ini memiliki panjang lintasan sekitar 4,3 kilometer dengan 17 tikungan. Fasilitas tersebut dirancang sebagai bagian dari kawasan olahraga dan hiburan terpadu. Biaya pembangunannya disebut mencapai lebih dari Rp1,1 triliun.

Investasi besar itu tentu membutuhkan pemanfaatan yang optimal agar manfaatnya tidak hanya dirasakan ketika balapan berlangsung.

Dampak Ekonomi Mencapai Rp5,2 Triliun

Salah satu alasan utama mempertahankan MotoGP adalah dampak ekonominya. Setiap akhir pekan balapan, ribuan hingga puluhan ribu pengunjung membutuhkan penginapan, transportasi, makanan, minuman, jasa wisata, hingga cendera mata.

Peluang tersebut dapat dinikmati berbagai sektor usaha, mulai dari hotel dan restoran hingga pengemudi kendaraan, pedagang makanan, pemandu wisata, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Sejak pertama kali menggelar MotoGP pada 2022, Mandalika berkembang menjadi salah satu wajah Indonesia di panggung olahraga internasional. (Foto: Ist)
 

Editor: Syahrir Rasyid

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut