Cari Ladang Pahala Lewat Jualan Sapi Kurban, Irfan Hakim: Senang Jadi Jembatan Kebaikan Orang Lain
JAKARTA, iNewsSerpong.id – Menjelang perayaan Iduladha, presenter kondang Irfan Hakim kembali menyibukkan diri dengan bisnis hewan kurban yang telah ia rintis sejak beberapa tahun terakhir. Bagi Irfan, usaha ini bukan sekadar urusan mencari keuntungan materi, melainkan sebuah ladang ibadah yang penuh dengan cerita emosional.
Irfan mengaku selalu ada rasa haru sekaligus sedih yang mendalam setiap kali ia harus melepas hewan-hewan kurban pilihannya ke tangan pembeli.
"Sedih juga karena kayak berpisah gitu," ungkap Irfan Hakim saat menceritakan kedekatannya dengan hewan-hewan tersebut.
Di samping rasa sedih karena harus berpisah dengan hewan peliharaannya, Irfan juga mengaku terenyuh melihat antusiasme masyarakat yang berkurban. Momen ini ia manfaatkan untuk memberikan sebuah pengingat bijak tentang hakikat berkurban.
Menurut Irfan, banyak orang yang sangat mudah dan ringan menggelontorkan uang demi kesenangan duniawi, namun justru mendadak penuh pertimbangan ketika harus berbelanja untuk bekal akhirat.
"Kadang-kadang kita ringan untuk urusan duniawi, giliran buat akhirat pertimbangannya banyak. Justru harus dibalik seperti itu," tutur Irfan mengingatkan pentingnya semangat berbagi tanpa ragu.
Alasan itulah yang membuat Irfan mantap bertahan di bisnis ini. Ia merasa bahagia bisa menjadi jembatan kebaikan bagi orang lain. "Gue ngerasa ini ada nilai pahalanya, tidak hanya berbisnis. Memberikan jalan kepada orang-orang yang ingin mencari hewan kurban terbaiknya," tambahnya.
Meski terlihat menyenangkan, Irfan tidak menampik bahwa bisnis hewan kurban menyimpan tingkat stres dan kekhawatiran yang sangat tinggi. Berbeda dengan komoditas mati, menjaga kesehatan dan nyawa makhluk hidup hingga hari H adalah tantangan terbesarnya.
Irfan mengaku hatinya baru bisa benar-benar plong dan tenang jika hewan-hewan tersebut sudah sampai di tangan konsumen dan selesai disembelih pada hari raya.
"Deg-degannya tuh karena ini makhluk hidup, jadi apa pun bisa terjadi. Sebelum mereka turun dari truknya, sebelum hari H, itu baru gue bisa tenang," pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar