Targetkan Pasar Indonesia, Navicus dan Sakative Siapkan Strategi Pemasaran Terintegrasi
JAKARTA, iNewsSerpong.id — Perusahaan komunikasi asal Tokyo, NAVICUS Inc., resmi menjalin kemitraan strategis dengan Sakative, agensi pemasaran terintegrasi asal Jakarta. Melalui kolaborasi empat pihak yang juga melibatkan AAI dan Awina, mereka menghadirkan ekosistem dukungan terpadu satu pintu untuk membantu perusahaan-perusahaan asal Jepang masuk dan berkembang di pasar Indonesia.
Langkah ekspansi ini didorong oleh besarnya potensi pasar konsumen dan ekonomi digital Indonesia yang tumbuh pesat. Meski produk-produk asal Negeri Sakura memiliki citra positif terkait kualitas dan inovasi di mata masyarakat lokal, penetrasi pasar secara efektif tetap membutuhkan pendekatan budaya yang tepat, strategi komunikasi yang relevan, serta eksekusi promosi digital yang kuat.
Aliansi ini dibentuk untuk mengatasi kendala yang kerap dialami investor asing, terutama kerumitan koordinasi akibat terfragmentasinya layanan pendukung.
Keempat perusahaan membagi peran secara sistematis dari hulu ke hilir. NAVICUS bertindak sebagai kontak utama di Jepang yang merancang arah strategi pemasaran, sementara AAI mendukung pengembangan bisnis dari sisi Jepang. Di pasar domestik, Awina mengurus aspek legalitas, regulasi, dan administrasi, sedangkan Sakative mengeksekusi seluruh kegiatan promosi digital, mulai dari riset konsumen, strategi media sosial, pemasaran melalui influencer, hingga aktivitas penjualan.
Sakative sendiri membawa pengalaman luas dalam menangani berbagai klien internasional, termasuk merek populer Jepang seperti Oronamin C dari Otsuka Pharmaceutical. Pemahaman mendalam agensi lokal ini digabungkan dengan perspektif bisnis Jepang dari NAVICUS untuk memastikan pesan yang disampaikan relevan dengan kebiasaan dan budaya konsumen Indonesia.
Presiden Direktur NAVICUS Inc., Kazuya Takeuchi, menjelaskan bahwa Indonesia menyimpan potensi besar yang didukung oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap merek Jepang serta daya beli yang kuat. Namun, ia juga menyoroti tantangan seperti perbedaan praktik bisnis dan sistem hukum sebelum mengambil langkah awal. Menurut Takeuchi, aliansi ini dibentuk untuk menjawab kekhawatirannya tersebut dengan mendampingi seluruh proses ekspansi bisnis dari penyusunan strategi hingga pelaksanaan promosi di pasar lokal.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Sakative, Fujiyanto Ahmad, menegaskan bahwa sekadar membawa reputasi dari Jepang atau menerjemahkan kampanye saja tidak cukup di pasar sekompleks Indonesia. Ia menyampaikan bahwa merek harus memahami budaya lokal, kebiasaan digital, serta cara membangun kepercayaan yang tulus dengan konsumen. Sakative mengambil peran untuk membantu menemukan pola komunikasi yang relevan, yang bila dipadukan dengan pemahaman bisnis NAVICUS, akan menjadi jembatan efektif bagi pertumbuhan merek Jepang secara berkelanjutan.
Kerja sama yang dirintis sejak kunjungan tim NAVICUS ke Jakarta pada Februari 2026 ini saat ini berfokus pada tahap penyusunan fondasi strategi, analisis kompetitor, dan pemetaan perilaku audiens. Dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan, para mitra menargetkan penyelesaian kerangka kerja sama untuk membawa sejumlah merek ke tahap uji coba komersial, dengan visi jangka panjang memperluas model dukungan terintegrasi ini ke wilayah ASEAN lainnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar